Hari Jadi ke-110 Sleman, Sultan HB X: Menjadi Ajang ajang Mulat Sarira Bermartabat

share on:
Semarak puncak peringatan Jadi ke-110, di Lapangan Denggung, Sabtu (23/5/2026) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan upacara peringatan Hari Jadi ke-110, dihadiri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X yang sekaligus bertindak sebagai Panghageng Upacara, di Lapangan Denggung, Sabtu (23/5/2026).

BACA JUGA: Paguyuban Satriyatama Gelar Pameran Keris dan Bursa Tosan Aji di Rumdis Bupati Magelang

Kegiatan peringatan Hari Jadi ke-110 di awali prosesi napak tilas Bedhol Projo dari Pendopo Ambarukmo menuju Pendopo Parasamya Kantor Setda Kabupaten Sleman dan dilanjutkan dengan prosesi kirab Pusaka Tombak Kyai Turunsih menuju Lapangan Denggung.

BACA JUGA:129 Downhiller Berkompetisi Keras di Seri Perdana 76 Indonesian Downhill

Bupati Kabupaten Sleman Harda Kiswaya beserta seluruh jajarannya, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Sleman, jajaran Forkopimda, serta para tamu undangan dan segenap warga Sleman turut menyaksikan seluruh rangkaian prosesi peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman yang dipusatkan di Lapangan Denggung.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (tengah) didampingi Bupati Harda Kiswaya dan Wabup Danang Maharsa

Dalam sambutannya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan bahwa peringatan hari jadi ini hendaknya tidak berhenti sebagai seremonial penambahan usia semata. Momentum ini harus menjadi ajang mulat sarira-sebuah refleksi mendalam untuk melihat kembali apa yang telah dijalani, meneguhkan hal-hal yang perlu diperbaiki, serta melangkah bersama menuju Sleman yang lebih baik.

BACA JUGA: Dansatgas Pamwil VVIP Brigjen TNI Yuniar Sambut dan Antar Presiden RI di Bandara YIA

"Hari jadi ini harus menjadi saat untuk mulat sarira: melihat kembali apa yang telah dijalani, meneguhkan apa yang harus diperbaiki, dan melangkah bersama menuju Sleman yang semakin ayom, ayem, sejahtera, lestari, dan bermartabat," ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pelepasan hewan piaraan memriahkan puncak Hari Jadi ke-110 Sleman

Sultan juga menggarisbawahi pentingnya tema hari jadi tahun ini, yakni "Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman". Tema tersebut membawa pesan mendalam bahwa membangun Sleman tidak cukup hanya dengan mengejar kemajuan lahiriah atau fisik semata, melainkan harus disertai dengan ketenteraman batin, welas asih, dan menjaga akar budaya lokal agar tidak hilang di tengah arus modernisasi.

BACA JUGA: Hoax! Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026

Selain itu, Gubernur DIY mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Sleman untuk terus gumregah, gumregut, dan sengkud (bangkit, bergerak penuh semangat, dan bekerja keras) dalam berkarya demi kesejahteraan masyarakat Sleman, bangsa, dan negara.

BACA JUGA: Menteri LH Jumhur Hidayat Cemaskan Gejala 'Ghost Fishing'

Kegiatan upacara peringatan Hari Jadi ke-110 ini diisi dengan penampilan tari kolosal yang diperankan oleh sejumlah seniman di Kabupaten Sleman dan diakhiri dengan pelepasan burung Jalak Kebo oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan jajaran Forkopimda. (Agn)


share on: