Hari Ini Proyek Padat Karya Dimulai di Bantul, Istirul Berharap Kondusif

share on:
Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Bantul, Istirul Widhilastuti saat memberikan sambutan pada pembukaanproyek Program Padat Karya Kabupaten 2025 secara serentak, di Krebet Wukirsari Imogiri, Selasa (18/2/2025) || YP-Supardi

Yogyapos.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Bantul, Istirul Widhilastuti membuka secara resmi pengerjaan proyek Program Padat Karya Kabupaten 2025 secara serentak, di Krebet Wukirsari Imogiri, Selasa (18/2/2025).

Istirul mengatakan, proyek Padat Karya dikerjakan di 195 lokasi dengan masa pengerjaan selama 21 hari. Diharapkan proses pengerjaan tersebut berlangsung lancer, tertib dan aman.

BACA JUGA: Periksa 315 Saksi, Kejari Belum Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Pariwisata

“Kami berharap proses pengerjaannya tepat waktu dalam suasana yang kondusif adem ayem,” tandasnya. 

Ia mengingatkan agar hasil pengerjaanya bagus dan sesuai dengan ketentuan, maka para petugas diantaranya Ketua Kelompok dan Pengawas Lapangan selalu berkomunikasi dengan pihak Disnakertrans Bantul. 

BACA JUGA: Kejati Tahan Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah YAKKAP I Kulonprogo

“Anggaran untuk setiap titik lokasi Padat Karya ini Rp 100 juta berasal dari APBD Bantul. Itu termasuk dialokasikan untuk upah tenaga kerja dan pengadaan material pembangunan fisik salah satunya berupa corblok jalan,”  jelas Istirul.

Pengerjaan salah satu proyek Padat Karya di Bantul || YP-Supardi

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam kesempatan terpisah mengatakan, Padat Karya dibutuhkan di Bantul karena nyata-nyata banyak manfaatnya.

BACA JUGA:Lelang Proyek Gedung DPRD DIY Disorot, Kepala BPJ: Sudah Sesuai Regulasi

“Proyek Padat Karya ini antara lain pembangunan jalan pedesaan di Bantul yang juga merupakan bagian dari Bantul membangun jalan 500 km di tahun 2025,” kata Halim.

Sejumlah Anggota DPRD Bantul, salah satunya H Heru Sudibyo SSos MM menyatakan Padat Karya sangat positif.

“Program Padat Karya saat ini masih sangat dibutuhkan. Keinginan warga juga tinggi,” kata Heru.

Dikatakan, di setiap kegiatan anggota DPRD dalam rangka reses selalu muncul aspirasi warga agar ada pembangunan fisik Padat Karya.

Itu gunanya untuk perbaikan sarana prasarana berupa jalan, drainase, talud, dan corblok jalan. Dengan adanya proyek Padat Karya warga dapat bekerja bergotong-royong dan dapat langsung menentukan kualitas bangunan. Warga juga handarbeni, merasa memiliki hasil proyek.      

BACA JUGA: Dilarang Memancing di Jembatan Senggol, Ini Penyebabnya

“Mereka yang mengusulkan dan mengerjakan sendiri. Disamping itu warga mendapatkan uang lelah,” katanya.

Disnaketrans Bantul memberikan fasilitas Program Padat Karya bahkan memberikan pendampingan.

Cara itu menjadikan kualitas garapan akan lebih bagus sebab keterlibatan warga juga langsung sebagai pengawas. (Spd)


share on: