Habib Husein: Pengembangan Potensi Wonolelo Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

share on:
Habis Husein mendengar paparan Kepala Desa Wonolelo || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (MAGELANG) - Banyak cara dan jalan yang bisa ditempuh untuk mengembangkan dan mengelola potensi yang dimiliki desa. Bisa dilakukan dengan jalan swadaya, fasilitasi pemerintah maupun kerjasama dengan swasta. Namun, muara dari upaya itu semua harus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Demikian intisari kunjungan Habib Bafaqih bin Muhammad bin Ahmad Bafaqih di Desa Wonolelo, Sawangan, Magelang, Kamis (20/7/2023) sore. Habib Husein datang dalam sarasehan bersama rombongan yang terdiri Habib bin Fuad Basyaiban dan para praktisi pemberdayaan masyarakat. Diterima Kepala Desa Wonolelo beserta perangkat di destinasi Negeri Kahyangan.

Lebih jauh disampaikan, kita harus hati-hati dan tahu betul siapa yang mau diajak kerjasama. “Kita tidak tahu apa latar belakang dan motivasi para investor yang berlomba-lomba ingin menanamkan uangnya di Wonolelo. Jangan sampai Pak Kades membuka pintu lebar-lebar tapi tidak mengetahui dampak yang bakal muncul dari investor. Ini bisa mengorbankan masyarakat,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Desa Wonolelo Muhammad Marpono menyampaikan banyak potensi yang dimilikinya. “Kami dianugerahi keindahan alam yang lengkap dan subur. Selain destinasi Negeri Kahyangan ini kami masih memiliki beragam kekayaan baik kesenian, pertanian, budaya maupun adat istiadat. Kami berharap itu semua bisa dikelola dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Wonolelo dengan tidak meninggalkan kearifan lokal,” ungkapnya.

Sebagian peserta sarasehan berfoto di destinasi Negeri Kahyangan || YP-Wahjudi Djaja

Sementara itu Habib Abdullah yang lama berinteraksi dengan warga Wonolelo mendukung sepenuhnya upaya pengembangan potensi desa. “Hampir tujuh tahun saya keluar masuk dusun-dusun di Wonolelo. Masyarakatnya memiliki kehangatan dan guyup rukun yang tinggi,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dusun Surodadi, Supri, menjelaskan di Wonolelo ada 52 kelompok seni yang masih hidup di masyarakat. “Ke depannya, kami akan menggelar pentas secara rutin di ampiteater yang terletak di destinasi Negeri Kahyangan. Selain itu, tiap malam Jumat Wage kami menggelar pengajian. Harapan kami, ini bisa menambah semaraknya pengembangan wisata di Wonolelo dan berdampak pada masyarakat,” tandasnya.

Sedangkan dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta, Wahjudi Djaja, yang hadir dalam sarasehan itu menyampaikan perlunya membuat grand design. “Jangan sampai kita salah melangkah saat hendak mengembangkan potensi. Banyak kasus kerusakan alam dan konflik sosial terjadi hanya karena ketiadaan perencanaan (grand design) saat membangun wisata. Pembangunan harus dilakukan dengan sabar, tertata dan jangan lupa melibatkan masyarakat,” pesannya.

Selesai sarasehan dilanjutkan meninjau lokasi pengembangan di kawasan destinasi Negeri Kahyangan didampingi Shodiq. Hadir dalam sarasehan itu antara lain Agung (tokoh praktisi pertanian) dan Taufik Suryawan Edyna (Aksara Wisesa Consulting) serta manajemen destinasi Negeri Kahyangan. (Iud)

 

 

 

 

 

 


share on: