Yogyapos.com (SLEMAN) - Pendapatan paling besar Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman berasal dari Destinasi Bukit Klangon dan Teras Merapi. Masih banyak potensi yang perlu dibangkitkan. Harapannya agar masyarakat bisa merasakan manfaat dan dampak positif dari bisnis wisata.
Demikian disampaikan Lurah Glagaharjo, Suroto saat membuka pembekalan Pokdarwis Glagah Asri di Aula Kalurahan, Selasa (25/7/2023). Mari kita mulai bergerak, ajak Suroto, karena tak ada kata terlambat untuk maju.
“Misalnya, makam Mbah Maridjan, tokoh yang dihormari banyak orang. Itu perlu perhatian khusus. Sebetulnya semua rencana pengembangan pariwisata sudah kita buatkan tata ruang 2020-2026 yang ada dalam lampiran RPKPDes,” ujarnya.
Lebih jauh Suroto berpesan agar wisata dan budaya digabungkan. "Ini acara yang bagus, tujuannya menggali potensi dari semua dusun. Di Wukirsari misalnya, sudah ada jeep wisata. Sedangkan di Glagaharjo baru ada dua destinasi yaitu Klangon dan Teras Merapi. Mari kita gali dan sempurnakan agar semakin maju,” harapnya.
Sementara itu Wahjudi Djaja SS MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) yang menjadi narasumber menjelaskan pola dan skema pengembangan potensi desa. “Orientasi ke depan adalah berdirinya kalurahan mandiri budaya. Pilarnya ada empat, yakni desa wisata, desa budaya, desa prima dan desa preneur. Semua ada dalam Pergub Nomor 93 Tahun 2000. Dari sanalah kita menggerakkan potensi yang dimiliki Glagaharjo,” tandasnya.
Sekali kita melangkah, lanjut dosen STIEPAR API Yogyakarta ini, usahakan harus terpadu dan berkorelasi dengan pemerintah. “Glagaharjo mempunyai lanskap yang indah, potensi yang beragam dan menjanjikan serta sudah dikenal masyarakat luas. Sayang jika kita tidak mengidentifikasi dan mendokumentasi potensi yang dimiliki. Generasi penerus bisa kehilangan sejarah dan jatidiri desanya,” ungkap Pendamping Wisata Glagaharjo ini.
Watu Gajah yang dikeramatkan masyarakat Glagaharjo || YP-Wahjudi Djaja
Sedangkan Sutarno, Bamuskal Glagaharjo, menyambut baik upaya untuk mengidentifikasi potensi yang ada. “Setiap padusunan mempunyai cerita dan potensi. Maka kami mengajak, mumpung ada pendamping wisata, mari kita bersinergi agar potensi yang dimiliki Glagaharjo bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Setelah pemaparan narasumber dilanjutkan penyampaian potensi oleh masing-masing dukuh dari sepuluh padukuhan di Glagaharjo. Dilanjutkan diskusi dan ramah tamah untuk memetakan potensi. Hadir dalam pembekalan itu Ketua Pokdarwis Glagah Asri, Pono Dwianto, mahasiswa KKN UGM, dan para sesepuh serta tokoh masyatakat Glagaharjo.
Kepada yogyapos.com Chairunnisa mewakili KKN UGM menyampaikan, materi pembekalan Pokdarwis ini sesuai dengan apa yang menjadi programnya. “Kami juga sedang mendata sepuluh potensi unggulan Glagaharjo untuk menjadi rekomendasi bagi Pemkal agar bisa membangun destinasi baru,” jelasnya.
Program lain KKN UGM antara lain TPA, pendampingan stunting, pembuatan batik jumputan dan PKK serta pendampingan untuk SD dan SMP. (Iud)
