Yogyapos.com (SLEMAN) - Pengetahuan dan keterampilan kader pelayanan terpadu lansia dalam meningkatkan lansia menjadi wanita tangguh perlu ditingkatkan. Manfaatnya, secara berkelanjutan dan mandiri dapat meningkatkan lansia wanita yang sehat secara fisik, mental, sosial, spiritual dan merasa aman.
Demikian intisari perbincangan yogyapos.com dengan Dr Dra Sumarni DW MKes Rabu (2/8/2023). Bersama tim Departemen Psikiatri Departemen Gizi Pascasarjana UGM pihaknya menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di dusun Kadilobo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, (27-28/7/2023). Kegiatan ini didanai hibah PKM Dikti.
Lebih jauh disampaikan, pelatihan dan rekreasi kader dan lansia diadakan di desa wisata Embung Kaliaji Turi, Sleman. Jumlah peserta kader posyandu ada 20 dan lansia 20. Hadir dalam kegiatan itu Dukuh Kadilobo, Felusiana SSIT (Ketua Kader Kesehatan Purwobinangun sekaligus bidan yang mendampingi kesehatan lansia dan Suparmiyatun AMD (bagian kesehatan lansia Puskesmas Pakem).
Tim yang terlibat antara lain DR Dra Sumarni DW MKes bersama tim dokter dari Departemen Psikiatri, dari Departemen Gizi FKKMK UGM, Pasca Sarjana serta mahasiswi-mahasiswi Keperawatan dan Gizi FKKMK UGM.
Pemberian materi pelatihan || YP-Wahjudi Djaja
Materi pelatihan antara lain terdiri dari tujuh demensi lansia tangguh dan pelatihan pada kader. “Ketujuh demensi itu adalah spiritual, emosional, intelektual, fisik, sosial, vakasional dan lingkungan. Selain itu kami melatih kader untuk 5 S kepada lansia, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun,” tandasnya.
Selain itu, lanjutnya, tim juga melatih senam permainan kearifan budaya untuk meningkatkan kesehatan fisik lansia agar merasa senang. “Bisa tertawa lepas meningkatkan kebahagiaan, kesehatan mental, imunitas, kognitifnya, dan kesehatan sosial,” jelasnya.
Selain pemaparan beragam materi untuk lansia, tim juga mengadakan pelatihan kader dalam peningkatan ketahanan pangan lokal dan peningkatan ekonomi dari bahan pangan lokal. (Iud)
