Yogyapos.com (YOGYA) - Penanganan masalah sampah di Kota Yogyakarta tidak bisa hanya menggantungkan dukungan petugas dan fasilitas pengelolaan sampah yang disediakan oleh pemerintah. Namun, menjadi tanggung jawab semua komponen masyarakat untuk ambil peranan.Salah satunya adalah peran pemuda.
Memperkuat Gerakan Zero Sampah Anorganik di Kota Yogyakarta yang telah dicanangkan sejak bulan Januari 2023 lalu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogjakarta bersama Forum Pemuda Pelopor menggelar pelatihan pengelolaan sampah untuk para pemuda dan edukasi sejak dini bagi anak-anak di Kampung Selokraman,Purbayan Kotagede.
Para siswa dan pelajar di Kampung Selokraman sedang melakukan pengolahan sampah anorganik || YP-Ist
“Kegiatan ini menggandeng Forum Pemuda pelopor guna mengedukasi anak-anak yang sekolah di wilayah RW 11 ini.Ada SD Umat Islam, ada PAUD kemudian ada TK juga,” ujar Kabid Pemuda Olahraga Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Yogyakarta Agus Trimadi SIP, Senin (3/4/2023).
Khalaely Nungki selaku wakil dari Forum Pemuda Pelopor menambahkan, tema pengolahan sampah dipilih salah satunya dengan pertimbangan bahwa sampai saat ini permasalahan sampah di Yogyakarta masih berada dalam kondisi darurat. Untuk itu, para pemuda ingin menanamkan kesadaran sedini mungkin mulai dari anak-anak, agar dimasa yang akan datang persoalan sampah ini dapat berkurang.
Mereka mengajak para remaja untuk ikut serta dlaam kegiatan ini dan ternyata para pemuda justru lebih bersemangat memilah memilih sampah. Kegiatan ini pada sisi lain juga dibantu beberapa rekan dari Bank Sampah Srikandi.
Mengenai peran pemuda dalam kegiatan yang ada di PAUD Melati ini,
para pemuda memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai jenis-jenis sampah organik, anorganik, plastik dan kertas. Sedangkan teknisnya melalui permainan yang membuat anak-anak merasa riang gembira.
“Teknisnya, anak-anak diajak bernyanyi tepuk sampah,” ungkap Khalaely.
Ibu-ibu di Kampung Selokraman membantu melakukan pengolahan sampah anorganik || YP-Ist
Ditambahkan Khalaely, kegiatan pengolahan sampah ini tidak hanya melibatkan Pemuda, murid-murid, PAUD, TK dan SD saja namun juga diikuti oleh kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam Bank Sampah Srikandi Selokraman. Berbagai teknik pengelolaan sampah anorganik dan metode pendidikan sejak dini diajarkan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadi Djaya menyampaikan, kegiatan yang dilakukan oleh para Pemuda Selokraman tersebut pantas mendapatkan apresiasi.
Diharapkan kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat dalam mengelola sampah yang ada di lingkungan mereka secara mandiri, terutama sampah rumah tangga, sehingga potensi masalah tumpukan sampah di kota Yogyakarta akan lebih cepat berkurang. (Sds)
