FKPB Mlati Sleman Gelar Training Tingkatkan Kapasitas SPAB

share on:
Panewu Mlati berfoto bersama trainer dan relawan || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Forum Koordinasi Penanggulangan Bencana (FKPB) Mlati Sleman menggelar Training of Facilitator Satuan Pendidikaan Aman Bencana (SPAB) Kapanewon Mlati Tahun 2025 di Joglo Sawah Tlogoadi 14-17 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Pasca Deklarasi SPAB Kapanewon Mlati Sleman di akhir April 2025.

Pembina FKPB Mlati Andi S mengatakan, anggota FKPB Mlati dari  24 Komunitas Penanggulangan Bencana mengikuti training ini, mengingat potensi wilayah Sleman yang  rawan bencana longsor, puting beliung,  gempa bumi, erupsi Merapi dan lainnya. Kegiatan peningkatan  kapasitas ini diberikan untuk relawan yang menjadi pendamping SPAB di Mlati Sleman.

"Dalam prosesnya nanti peserta akan mendapatkan sertifikat dari Seknas SPAB (Nasional), Kementerian Pendidikan Dasar Menengah yang diakui dan akan terus ditingkatkan  skill dan kapasitas  sebagai ujung tombak penanggulangan bencana," papar Andi, Selasa (18/6/2025).

Panewu Kapanewon Mlati  Drs Arifin MLaws menyebutkan training tersebut merupakan bentuk kerjasama dengan Pujiono Center, institusi/lembaga yang bergerak dalam upaya pengurangan risiko bencana dan dampak perubahan iklim. Deklarasi SPAB yang diikuti 12 SD-SMP di Mlati diharapkan bertambah.

 "Sebagai upaya mematangkan anggota/kader FKPB Mlati sebagai relawan pendamping SPAB bisa bekerjasama dengan guru dan sekolah dalam pengenalan penanggulangan bencana sejak usia dini (SD dan SMP), dan juga bisa mendampingi sekolah lainnya jika memang diminta" ucap Arifin didampingi Direktur CV Pujiono Centre Inggit Fandayati.

Selama 4 hari training peserta/relawan dari FKPB Mlati mendapatkan materi diantaranya Pengantar dan Peta Jalan SPAB (Seknas SPAB) Sinkronisasi SPAB dan Desa Tahan Bencana, Permendes penggunan anggaran desa untuk SPAB, Sejarah Bencana dan Pemetaan ancaman di sekolah, Kalender Musim Karakteristik Ancaman, Penyusunan SOP Kedaruratan.

Kemudian Pemetaan Kapasitas, Pemetaan Kerentanan, Analisis Risiko Bencana di Sekolah, Pembentukan Tim Siaga Bencana Satuan Pendidikan, Rencana Aksi, Pembentukan Tim Siaga Bencana Satuan Pendidikan. Rencana Kesinambungan Pendidikan dan lainnya "Juga dengan  praktek yang semakin mengasah skill relawan,' tambah Inggit. (*/Red)

 

 

 

 

 


share on: