Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Makanan Warisan Budaya tak Benda (WBTB), di Atrium Ambarrukmo Plaza Jalan Laksda Adisutjipto Sleman,12-14 Agustus 2022.
Mengusung tema ‘Pelestarian Makanan Tradisional Sebagai Asset Budaya Tak Benda DIY’, diikuti oleh 200 IKM pangan tradisional yang terbagi dalam kurang lebih 30 stand, melalui alokasi Dana Keistimewaan tahun anggaran (TA) 2022.
Kepala Disperindag DIY, Ir Syam Arjayanti MPA menjelaskan kegiatan ini untuk mengangkat potensi keberadaan makanan tradisional khas DIY sebagai warisan budaya tak benda. Diharapan dapat dilestarikan serta mendukung perekonomian masyarakat di DIY. Selain itu bermanfaat sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada pihak-pihak yang membutuhkan informasi mengenai makanan tradisional khas sebagai WBTB dari DIY, meliputi makna filosofi, adat istiadat, budaya dan kearifan lokal lain.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-dnp-dan-ipas-bantul-gelar-festival-cita-rasa-3209
“Selain juga untuk meningkatkan branding serta mengangkat dan mempromosikan produk makanan khas tradisional sebagai warisan budaya tak benda dari DIY, memperluas jejaring bisnis melalui kemitraan usaha antara IKM pengolahan pangan tradisional khas DIY dengan mitra usaha," jelas Syam Arjayanti disela pembukaan pameran, Jumat (12/8/2022) petang.
Syam menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan mampu menggali potensi masyarakat melalui berbagai inovasi terhadap pengembangan makanan tradisional khas DIY, untuk digunakan sebagai bahan perencanaan maupun evaluasi mengenai program pembinaan dan pengembangan makanan khas tradisional sebagai warisan budaya tak benda DIY dimasa mendatang.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-grand-opening-kie-2022-dihadiri-kasrem-072pamungkas-7332
"Materi pameran selain produk pangan tradisional juga ditampilkan gunungan pangan khas Jogja yang pada akhir pameran gunungan tersebut akan dibagi bagikan kepada para pengunjung. Pada saat berlangsungnya pelaksanaan pameran, para pengunjung juga dihibur oleh pertunjukan kesenian daerah," tandasnya.

Kepala Bidang Industri Agro, Disperindag DIY, Ir Eni Rosilawati MMA mengatakan sejumlah rangkaian kegiatan yang dilakukan salah satunya berupa kajian filosofi makanan warisan budaya tak benda, dilaksanakan pada Juni-Juli 2022.
"Output yang diharapkan adalah berupa buku kajian yang berisi kajian makanan tradisional dari aspek filosofi, budaya, adat istiadat dan kearifan lokal lainnya beserta gambar yang menarik dari makanan tradisional yang menjadi obyek kajian. Buku kajian dapat dijadikan referensi akurat untuk membuat berbagai informasi seperti booklet dan sebagainya,” katanya.
Rangakaian kegiatan ini diadakan pula temu kemitraan yang akan diikuti 200 IKM olahan pangan tradisional dan calon mitra usaha sebanyak 20 peserta yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia, pada 14 Agustus 2022 di Atrium Ambarukmo Plaza.
“Target dari kegiatan ini adalah terjalinnya kontrak bisnis antara IKM dengan mitra usaha. Ada juga program Talk Show yang sudah berlangsung pada tanggal 4 Agustus pukul 15.00 WIB di Jogja TV. Lomba Inovasi Pangan Tradisional Khas Jogja akan dilaksanakan pada 14 Agustus 2022 dengan peserta lomba boleh dari IKM pangan atau masyarakat umum,” jelasnya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-geliatkan-umkm-wabup-buka-mojog-fest-di-taman-kuliner-condongcatur-7327
Salah satu peserta pameran Farida (37) asal Kapanewon Turi, Sleman mengaku sangat terbantu dengan dibukanya festival ini. “Kami terbantu, ajang ini menjadi media promo produk agar lebih dikenal masyarakat, sering-sering aja ada event seperti ini,” ungkap dia.
Jam buka pameran dimulai dari pukul 10.30 – 21.30 WIB (hari biasa) dan dari pukul 10.30 – 22.00 WIB (hari Sabtu dan Minggu). (Opo)
