FA UIB Jateng-DIY: Hentikan Bentrok di Babarsari!

share on:
Anggota FAUIB saat berada di depan Masjid Gedhe Yogyakarta || YP-ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Front Aliansi Umat Islam Bersatu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (FA UIB Jateng-DIY) mendesak untuk segera menghentikan kerusuhan dan bentrok yang terjadi di wilayah Babarsari dan Seturan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman

Presidium FA UIB Jateng-DIY, Anang Imamuddin melalui pernyataan resmi yang diterima yogyapos.com, Selasa (5/6/2022) menyatakan setelah mengamati dan memperhatikan secara serius rangkaian insiden pertikaian yang terjadi di wilayah Babarsari serta Seturan di Depok Sleman, FA UIB DIY-Jateng menyatakan sikap :

1. Meminta dengan sangat serta mendukung kepada pihak aparat keamanan untuk menghentikan, menangkap para pembuat rusuh dengan kewenangannya agar tercipta keamanan ketertiban masyarakat serta kondusifitas wilayah Yogyakarta.

2. Kami meminta aparat keamanan terutama PoldaDIY untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu karena insiden seperti di atas sudah sangat sering terjadi dan sangat meresahkan  masyarakat Yogyakarta khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

3. Meminta kepada pihak-pihak yang bertikai untuk menghentikan segala macam pertikaian karena Yogyakarta adalah kota pendidikan, kota budaya dan kota yang beradab bukan "Kota Tawuran".

4. Meminta aparat keamanan untuk memberantas minuman keras di seluruh wilayah Yogyakarta karena ‘minuman setan’ inilah sumber dari segala masalah termasuk insiden bentrok dan rusuh di Yogyakarta.

5. Kami ormas serta laskar islam di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah siap datang ke Yogyakarta untuk memberantas miras serta melawan segala bentuk premanisme dan anarkisme.

“Demikian pernyataan sikap dari FA UIB DIY-Jateng sebagai bentuk kepedulian agar Yogyakarta tetap aman serta nyaman dihuni dan didatangi oleh siapapun dan darimanapun,” tutur Anang.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Yuliyanto meminta kepada semua pihak untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak  Kepolisian dalam hal ini jajaran Polres Sleman dan Polda DIY. Guna menghindari perselisihan yang makin melebar pihaknya berharap kepada semua pihak, terlebih yang tengah bertikai agar tetap saling menghormati dan menahan diri.

“Kami mohon dipercayakan kepada kami Polda DIY, kepada Polres Sleman untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Apakah itu yang di TKP tempat hiburan di Babarsari, yang di TKP Jambusari maupun yang di peristiwa hari ini (4/7)," kata Yuliyanto kepada wartawan di Mapolda, Senin (4/7/2022) petang. (*/Opo)

 

 

 


share on: