Ernawati Kembangkan UMKM dan Kurangi Pengangguran di Bantul

share on:
Ernawati, Caleg Nomer Urut 1 Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Bantul || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - “Saya ingin memberdayakan masyarakat desa. Selain membangkitkan UMKM dengan memberikan akses dana permodalan dan mencarikan bantuan untuk berternak kambing, juga membantu mengurangi pengangguran dengan menyalurkan tenaga kerja ke pabrik-pabrik lokal maupun luar negeri,” kata Ernawati, perempuan  penggerak masyarakat desa di wilayah Bantul mengawali perbincangan dengan yogyapos.com.

Saat ini Ernawati mengikuti kompetisi calon legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat DPC Bantul untuk maju pada Pemilu 2024 mendatang. Oleh partai besutan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhayono, Ernawati yang juga pernah menjadi pejuang devisa dengan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Cina, dipasang sebagai Caleg Nomer Urut 1 Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Bantul yang  meliputi  Kapanewanan Pundong, Jetis, Bambanglipuro, dan Kretek 

Erna tinggal di Dusun Banyudono, Desa Canden Rt 4 Kapanewonan Jetis Bantul. Pernah melalang buana sebelas tahun lamanya ke Hongkong dan Makau, Cina. “Beberapa bulan setelah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA), pada awal bulan November 1999 langsung menjadi ART. Alhamdulillah mendapat majikan yang baik, jadi meski menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) tapi  sembari kuliah di School Technology of Hongkong hingga tepat empat tahun pada 2003 saya meraih gelar sarjana,” katanya, Rabu (23/8/2023).

Gelar sarjana menjadikan perjalanan hidup Ernawati berubah, lepas kerja dari ART dia pun bekerja kantoran. Erna dipercaya memimpin perusahaan besar tenaga kerja bernama JIL di Kota Makau. Selama di negeri tirai bamboo itu dia mempunyai pengalaman membantu TKW/TKI di sana agar menjadi pekerja yang lebih martabat dan sejahtera. 

Tahun 2011, Erna pulang ke Indonesia dan tidak kembali lagi ke Makau. Hingga tahun 2015 ia dipercaya menjalankan sebuah perusahaan transportasi dan lembaga pendidikan di Yogyakarta dengan ratusan tenaga kerja. Selanjutnya perempuan kelahiran Bantul, 18 Desember 1980 ini membuka usaha sendiri. Ia melakukan road show ke beberapa dari sekolah ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Indonesia, membimbing siswa siswi yang ingin menembus perguruan tinggi negeri. Ia juga mengakseskan pemuda pemudi desa di berbagai penjuru DI Yogyakarta dan sekitarnya yang ingin bekerja di perusahaan dalam negeri maupun internasional. 

Tingginya angka pengangguran di masyarakat baik yang ada di desa maupun kota, merupakan problem besar hingga saat ini. Lapangan kerja yang sangat kurang, tidak sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja adalah realitas dalam kehidupan masyarakat saat ini.

“Sebisa mungkin saya membantu mereka yang ingin kerja baik di perusahaan lokal maupun luar negeri menjadi tenaga kerja terampil ke berbagai negara,” tukas Ernawati.

Pengangguran, kemiskinan, dan tingkat kesejahteraan ekonomi rendah, merupakan persoalan di wilayah Kabupaten Bantul yang harus segera dipecahkan. Caranya, dengan memperbanyak pabrik atau perusahaan yang bisa menampung tenaga kerja lokal banyak. Di sinilah, dibutuhkan sponsor dan investor agar perusahaan bisa hadir di Bantul ini.

“Juga dengan menumbuhkan kewirausahaan, Usaha Mikro  Kecil Menengah (UMKM) di setiap kampung agar berkembang menjadi usaha yang bisa meningkatkan penghasilan.  Kewirausahaan dan UMKM tumbuh berkembang menjadi perusahaan, nantinya membuka peluang kerja,” Ernawati memaparkan.

Selain penggangguran, kemiskinan, Ernawati juga melihat adanya problem pendidikan. Di masyarakat, masih  banyak anak putus sekolah yang tidak terhandle, sehingga hal itu membikin down anak di lingkungan. Fakta di lapangan, tidak semua aparat pemerintahan bisa menyentuh dan menangani persoalan itu.

“Paling tidak, hal itulah yang saya lihat di masyarakat selama ini. Sudah ratusan anak putus sekolah, saya akseskan ke PKBM untuk ikut Paket A, B atau C. Bahkan yang sampai perguruan tinggi pun juga banyak. Ketika pendidikan terpenuhi, rasa percaya diri tumbuh. Semangat untuk merubah kehidupan menjadi lebih baik pun tumbuh,” ujar perempuan yang aktif di Ormas PSHT Bantul. 

Terjun di dunia politik sejak 2019. Ketika itu Ernawati masuk tim sukses (Timses) Calon Bupati Bantul. Berangkat dari pengalaman itulah, ia meneruskan perjuangan di dunia politik. “Saya memang seorang pejuang. Ketika merantau ke Hongkong, saya aktif  memperjuangkan nasib TKW - TKI Hongkong yang terkena masalah. Dan memperjuangkan orang, terus saya lakukan hingga kini dalam berbagai bidang, seperti UMKM, pengentasan pengangguran dan pendidikan. Ini jadi modal untuk berkhikmat di bidang politik,” paparnya. 

Selama berkiprah memberikan kontribusi kepada masyarakat, Ernawati tidak mengandalkan dana. Kemampuan dana yang dimiliki sangat terbatas. Ia hanya bisa memberikan akses dari pihak penyandang dana yang peduli kepada masyarakat. Dalam perjuangan ia mengalir saja. Hanya semangat dan peduli kepada orang-orang yang memang harus diperjuangkan kehidupannya untuk lebih baik. “Karena itu, saya mencalegkan diri melalui Partai Demokrat yang gratis. Partai lain kan dipungut biaya,” ujarnya sambil ketawa. 

“Saya ingin menjadi anggota DPRD yang dekat dengan masyarakat, memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat. Menjadikan (DAPIL) 4 mendapatkan pendidikan layak & berkualitas, mendapatkan layanan kesehatan yang prima, mendapatkan Kesempatan kerja yang luas dan Meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” Ernawati mengakhiri perbincangannya. (Yuliantoro)

 

 


share on: