Yogyapos.com (SLEMAN) - Tim Dosen Program Studi Biologi Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali meraih hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).
“Hibah ini memasuki tahun kedua. Tahun lalu Prodi Biologi juga mendapatkan hibah serupa,” ujar Drs B Boy Rahardjo Sidharta MSc selaku Koordinator Tim.
BACA JUGA: Prof Haedar Nashir Jalani Coklit Pilkada 2024, Imbau KPU Profesional dan Masyarakat Jangan Golput
Hibah PKKM, atau Program Kompetisi Kampus Merdeka, adalah insentif dari Kemdikbudristek yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen dan mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Tim Dosen Prodi Biologi UAJY terdiri dari Drs B Boy Rahardjo Sidharta MSc sebagai Koordinator Tim dan empat anggota yaitu Drs P Kianto Atmodjo MSi, Dr Nelsiani To’bungan SPd MSc, Dra L Indah Murwani Y MSi dan Venansius Galih PP SSi MSc.
BACA JUGA: Sambut Kedatangan Jemaah, Menag Minta Maaf dan Mendoakan Kemabruran
Boy menyampaikan antusiasme dan tantangan yang dihadapi selama proses seleksi dan pelaksanaan hibah ini. Proses pengajuan hibah ini bersifat multi-tahun, yang berarti proposal awal mencakup rencana untuk dua tahun berturut-turut. Meskipun ada evaluasi dari Kemdikbudristek untuk menentukan kelayakan pendanaan tahun kedua, Tim Dosen Prodi Biologi UAJY berhasil melewatinya dengan baik.
Boy juga menjelaskan bahwa hibah ini tidak difokuskan pada penelitian, tetapi pada dua kelompok besar kegiatan: pengembangan kompetensi dosen dan pelaksanaan MBKM. Setiap kelompok kegiatan terdiri dari beberapa sub-aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar di UAJY.
BACA JUGA: Prof Haedar Nashir Jalani Coklit Pilkada 2024, Imbau KPU Profesional dan Masyarakat Jangan Golput
Proses seleksi untuk hibah ini melibatkan penyusunan Rencana Implementasi Program (RIP) yang kemudian diverifikasi oleh Kemdikbudristek. “Kami diminta menyusun semacam proposal lagi atau RIP. Kami menyusun lagi, dan minggu lalu kami diuji oleh tiga reviewer,” kata Boy.
Dalam pengembangan kompetensi dosen, terdapat beberapa program utama yang akan dijalankan. Pertama, pelatihan dosen yang dikenal dengan PAIKEM (Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) akan diadakan untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Kedua, akan ada program sertifikasi dosen, yaitu dosen akan dikirim untuk mengikuti sertifikasi kompetensi guna meningkatkan kualitas pendidikan.
BACA JUGA: Jemaah Haji yang Masih Dirawat di RS Saudi Tetap Menjadi Tanggung Jawab Pemerintah
Ketiga, institusi akan mengundang praktisi untuk mengajar di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), memberikan perspektif baru dan keahlian praktis kepada mahasiswa. Keempat, dosen akan dilibatkan dalam penggunaan alat laboratorium bersama mahasiswa, memastikan pembelajaran praktis yang efektif. Kelima, implementasi teknologi terkini berupa software terkait mata kuliah Teknologi DNA, akan ditingkatkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik.
BACA JUGA: Ustad Misbahul Anam Berceramah, Ratusan Warga Dusun Sedan Bersholawat
Selain itu, aktivitas dalam program MBKM juga menjadi fokus utama. Kegiatan MBKM Mandiri mencakup magang di berbagai perusahaan atau lembaga penelitian serta KKN tematik, memberikan mahasiswa pengalaman kerja nyata dan kontribusi langsung kepada masyarakat. Program kewirausahaan juga akan didorong dengan memberikan insentif bagi kelompok mahasiswa yang memiliki ide bisnis yang paling inovatif dan relevan, yang nantinya dapat dikonversi menjadi 20 SKS sebagai program MBKM.
Tantangan utama dalam melaksanakan hibah ini adalah waktu yang terbatas. “Menghabiskan sekian ratus juta dalam tempo 5 bulan, sedangkan kegiatan pengajaran dan penelitian juga harus tetap berjalan,” ujar Galih.
BACA JUGA: Krebet Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Sandiaga Uno Pariwisata Bantul Kian Menduni
Meski demikian, tim dosen tetap optimis dan berkomitmen untuk menjalankan seluruh kegiatan dalam program ini dengan baik.
Kesuksesan mendapatkan hibah PKKM ini menjadi bukti komitmen UAJY dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa dan dosen serta mendukung program MBKM. Dengan semangat kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, Tim PKKM Prodi Biologi UAJY optimis dapat memberikan kontribusi positif bagi pendidikan tinggi di Indonesia. (*)
