Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai upaya melestarikan permainan tradisional anak-anak, warga dusun Tamanan, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Sleman menggelar kegiatan Jogja Folk Game Festival 2022. Kegiatan yang diisi dengan Lomba permainan anak seperti gobag sodor, balap egrang, dakon, halma, bas-basan dan dipuncaki dengan karnaval budaya permainan tradisional tersebut sekaligus mengukuhkan dusun Tamanan sebagai pelopor Kampung Dolanan Anak untuk wilayah Sleman Timur.
Disamping itu, pada kesempatan serta tempat yang sama juga dilakukan peresmian Taman Gizi dan Bethesda Wellness Centre serta penanaman pohon klengkeng di lahan bangunan cagar budaya RS Bethesda yang ditandai dengan pembukaan tirai papan nama oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.
Pertandingan Gobag Sodor yang dimainkan dalam Festival Dolanan Anak di Dusun Tamanan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman , Minggu (27/11/2022) || YP-Sulistyawan Ds
Ketua Panitia Jogja Folk Game Festival 2022 Rinto Hakim Pamungkas menjelaskan, gagasan untuk mewujudkan Dusun Tamanan sebagai Kampung Dolanan anak ini bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa UGM yang memberikan literasi mengenai potensi permainan tradisionak dan budaya Jawa. Secara kebetulan, di dusun ini mempunyai potensi budaya yang telah eksis sejak lama seperti Sanggar Budaya Memetri Wiji , pelatihan tata cara olah janur, tradisi patehan serta kegiatan tradisional lainnya.
“Dengan adanya mahasiswa ini menginspirasi warga desa khususnya kaum muda di dusun ini untuk mewujudkannya dalam sebuah Festival budaya yang kami namai Jogja Folk Game Festival,” ujar Rinto kepada yogyapos.com disela-sela kegiatan festival.
Ditambahkan Rinto, kegiatan Festival ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan. Namun, menurut rencana jika pemerintah daerah mendukung akan digelar sebagai Festival tradisi tahunan agar dapat membangkitkan kegiatan pariwisata di Yogyakarta khususnya Sleman yang selama pandemi sempat menurun.
Selain potensi permainan tradisional, lanjut Rinto, warga dusun Tamanan juga masih mempertahankan olah kuliner tradisional yang sudah sangat langka seperti cara bikang, lemet, mata kebo dan lain. Oleh karena itu, setelah Taman Gizi dan Bethesda Wellness Centre tersebut beroperasi, ditempat tersebut akan dibuka juga akan dilengkapi dengan pusat jajanan dan kuliner tradisional
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyambut baik dengan gagasan warga Dusun Tamanan untuk membentuk sebagai Kampung Dolanan Anak. Bahkan, Danang memandang gagasan warga Tamanan ini idealnya juga dilakukan dibeberapa wilayah, sehingga hal tersebut bisa menjadi sarana pendidikan karakter masyarakat.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melakukan penanaman bibit pohon buah Klengkeng di lahan Taman Gizi dan Pusat Kesehatan Masyarakat Dusun Tamanan, Tamanmartani, Kalasan || YP-Sulistyawan Ds
“Saat ini anak-anak setiap bangun tidur yang dicari hape. Padahal perangkat semacam itu bisa membuat anak menjadi soliter. Oleh karena itu kegiatan seperti ini sangat menarik karena dapat mengajarkan anajk untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan sebanyanya,” ujar Danang.,
Selanjutnya Danang menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh kepada warga dusun Tamanan untuk membuat Festival ini menjadi kegiatan yang lebih besar dan rutin. Bahkan pihaknya menyarankan untuk mendaftarkannya ke dinas terkait sehingga hal semacam nanti dapat ditindak lanjuti melalui dinas terkait.
“Saya sangat senang dengan kegiatan siang ini. Segera saja daftarkan ke dinas terkait, biar saya bisa bantu,” tegas Danang.
Selanjutnya Danang juga menyampaikan bahwa mempertahankan permainan tradisional tersebut merupakan kewajiban bersama, karena permainan tradisional tersebut merupakan sarana pendidikan karakter yang sangat strategis untuk anak-anak. (*/Sulistyawan Ds)
