Dulu Sering Disinggahi Ratusan Burung Gagak, Kini Jadi Destinasi Wisata yang Mempesona

share on:
Gerbang menuju Destinasi Watu Gagak, setiap akhir pekan dikunjungi ratusan wisatawan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Kabupaten Bantul memiliki ratusan destinasi wisata dengan beragam keindahan dan kenyamanan. Salah satunya yaitu Watu Gagak, di perbukitan Singosaren Rt 5 Kalurahan Wukirsari, Imogiri.

“Destinasi Watu Gagak ini perkembangannya cukup pesat. Ide tentang dibukanya obyek wisata ini sebenarnya sejak sebelum pandemi Covid-19,” ungkap Lurah Wukirsari Susilo Hapsoro, saat expos Watu Gagak bersama Dinas Kominfo Bantul, di bukit ini, Selasa (11/7/2023).

Setelah pandemi usai, dengan modal semangat warga makan destinasi ini pun dibuka pasca pandemi. Pengunjungnya juga semakin bertambah. Pada Sabtu dan Minggu pengunjungnya mencapai ratusan orang.

Di masa lalu tempat setiap pagi dan sore menjadi persinggahan burung gagak. Burung-burung itu bertengger dan hidup bebas. Sehingga tempat ini dinamakan Watu Gagak.

“Tanah ini merupakan Sultan Ground (Kasultanan). Dahulu untuk cocok tanam oleh warga, namun tandus. Maka selajuynya agar lebih manfaat, oleh warga digunakan sebagai destinasi,” terang Hapsoro.

Dana untuk pembagunan berbagai sarana prasarana seperti joglo, gazebo dan gardu pandang di destinasi ini menggunakan dana keistimewaa (Danais). Sudah dua kali bantuan danais digelontorkan. Tahap pertama Rp 150 juta dan kedua Rp 350 juta.

Lampu-lampu terpasang di sejumlah titik sebagai penerangan jalan, sehingga lingkungannya menjadi lebih nyaman dan representatif serta menambah daya tarik bagi orang. Di dekat area ini terdapat pula makam Nyi Singosaren yang sering diziarahi pelaku spiritual.

Menurut Ketua Kelompok Pengelola Watu Gagak yang juga Ketua RT 05 Singosaren, Junaidi, semula warga yang terlibat dalam perintisan destinasi ini mencapai sekitar 40 orang. Karena kesibukan masing-masing, maka terpaksa tingkat keaktifannya terbatas. “Kini yang tetap aktif sekitar 22 orang,” sela Hapsoro.

Destinasi Watu Gagak menawarkan daya tarik tersendiri. Dari ketinggian bukit ini para wisatawan memeroleh view yang indah lekuk bukit, pepohonan yang saling mengapit dan bentangan langit tertembus pandang luas.

Sambil menikmati cakrawala, para wisatwan dapat memanjakan diri dengan aneka ragam makanan khas terbuat dari ketela dan pisang, kacang rebus dan bubur lemu (kerecek).

Destimasi wisata ini dibuka setiap sore hingga pukul 23.00 WIB. Pengunjung akan dimanjakan pula dengan live musik tradisional jawa. (Spd)

 


share on: