Dugaan Suap Hakim Agung Gazalba, KPK Periksa 6 Saksi

share on:
Serambi Kantor KPK || YP-Dok KPK

Yogyapos.com (JAKARTA) - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa saksi Tindak Pidana Korupsi (TPK) suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung, untuk tersangka Gazalba Saleh (GS). Untuk kali ini KPK periksa Enam saksi.

“Enam saksi diperiksa di gedung Merah Putih KPK atas nama Amirul Mu'minin (Pengacara), Budiman (Wiraswasta / PT. Sahabat Valas), Carolina Widya (Karyawan PT VIP Money Changer), Dikie Achmad Noor (Kepala Cabang Dolarindo Money Changer Melawai dan Gunung Sahari), Edy Ilham (Wiraswasta), dan Bill Mandalie (Wiraswasta),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, dalam keterangannya seperti dilansir InfoPublik, Selasa (19/9/2023).

BACA JUGA: Kejari Sleman Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Rp 10 Miliar

Sebelumnya, KPK menahan Hakim Agung Gazalba Saleh (GS). Gazalba Saleh merupakan tersangka dalam kasus suap penanganan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA).

Kasus itu berawal ketika adanya perselisihan di internal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana pada awal 2022. Permasalahan itu berakhir dengan laporan pidana dan perdata yang berlanjut hingga proses persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.

Setelah itu, Debitur KSP Intidana Heryanto Tanaka meminta Pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno untuk mengurus dua perkara itu. Dalam kasus ini, Heryanto melaporkan Pengurus KSP Intidana Budiman Gandi Suparman atas tudingan pemalsuan akta dan putusan di tingkat pertama pada PN Semarang dengan Terdakwa Budiman Gandi Suparman dinyatakan bebas.

Putusan bebas itu membuat jaksa mengajukan kasasi ke MA. Heryanto juga meminta Yosep dan Eko mengawal kasasi tersebut. Yosep dan Eko meminta bantuan pegawai negeri sipil (PNS) di MA Desy Yustria untuk mengondisikan putusan kasasi. Desy dijanjikan uang SGD 202 ribu yang setara dengan Rp 2,2 miliar.

BACA JUGA: Ungkap Puluhan Kasus, Kasat Resnarkoba Polres Bantul Ujudkan Komitmen Berantas Narkoba

Setelah mendengar janji itu, Desy langsung menghubungi staf Kepaniteraan MA Nurmanto Akmal. Nurmanto kemudian meminta bantuan staf Hakim Agung Gazalba Saleh, Redhy Novarisza dan Hakim Yustisial Prasetio Nugroho.

Adapun salah satu anggota majelis hakim yang ditunjuk untuk memutus perkara terdakwa Budiman Gandi Suparman saat itu adalah Gazalba Saleh. Kongkalikong ini membuat kubu jaksa memenangkan kasasi. Sehingga, Budiman dinyakatan bersalah dan dihukum penjara selama lima tahun. Karena sudah menang, Yosep dan Eko menyerahkan uang tersebut secara tunai ke Desy.

BACA JUGA: Arifin Wardiyanto Minta Kejati DIY Ambil Alih Penanganan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata

Total ada 13 tersangka yang dijerat KPK dalam kasus ini. Mereka yakni Hakim Agung Gazalba Saleh, Hakim Yustisial Prasetio Nugroho, dan staf Gazalba Redhy Novarisza. Sementara 10 lainnya sudah lebih dahulu dijerat yakni Hakim Agung Sudrajat Dimyati, Hakim Yudisial atau panitera pengganti Elly Tri Pangestu (ETP), dua aparatur sipil negara (ASN) pada Kepeniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH), serta dua ASN di MA Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Kemudian, pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) serta Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS). (*)

 


share on: