Dugaan Pelecehan Seks, Prof Purwo: Pelaku Bukan Oknum Dosen UNU

share on:
Jajaran Civitas Akademika UNU Yogya saat memberikan keterangan pers || YP-Fadholy  

Yogyapos.com (YOGYA) - Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta Prof Purwo Santoso MA PhD memastikan bahwa BA, yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswi, bukanlah Dosen UNU. Prof Purwo menilai, pelaku BA telah mencatut nama baik dari UNU Yogya.

Prof Purwo secara tegas menyatakan jika BA bukan dosen ataupun karyawan di UNU. BA sebatas pengajar tamu untuk membantu keperluan akademik UNU.

“BA telah mencatut nama UNU. Klaim sebagai Peneliti Akuntansi Forensik LPPM UNU hanyalah manipulasi BA. Di kampus UNU tak ada program pendidikan tersebut. BA adalah mahasiswa saya di UGM. Orangnya pintar dan berprestasi. Namun siapa yang menyangka jika dia punya perilaku seksual yang menyimpang,” ujar Rektor UNU di Kampus UNU Jl Lowanu 47 Sorosutan Yogya, Senin (4/8/2020).

Pihak UNU Yogya lanjut Prof Purwo, sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berempati terhadap sejumlah korban dengan melakukan pendampingan psikis/trauma healing yang bekerjasama dengan PW Fatayat NU DIY. “UNU Yogya adalah kampus yang mengedepankan nilai-nilai Nahdlatul Ulama berlandaskan ajaran Islam dan menjunjung tinggi akhlaqul karimah. Maka segala jenis penyimpangan, baik secara hukum ataupun syariat tidak dapat ditolerir,” imbuhnya.

Terkait langkah kedepan, UNU Yogya mendorong proses hukum demi kebenaran. Sejauh ini pihak UNU belum melakukan pelaporan resmi ke pihak berwajib. Pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti penguat dan melakukan diskusi mendalam dengan jajaran PWNU DIY.

Modus pelaku BA adalah melakukan chatting terhadap sejumlah mahasiswi dengan kedok akan melakukan penelitian ilmiah kampus. Namun ternyata dalam chatting tersebut, BA malah mengajak para mahasiswi melakukan swinger (bertukar pasangan). (Dol)

 

 


share on: