Yogyapos.com (YOGYA) - Dua siswa SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta, Riki Adityawan kelas XII MIPA 4 dan Akmal Nur Alam kelas X-K, meraih medali perunggu Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-19. Pada saat yang sama, Guru Matematika SMA Muhi Yogyakarta Aziz Angga Pratama MSc juga meraih medali perunggu dalam ajang Olimpiade Guru Matematika (OGM) ke-9.
Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-19 dan Olimpiade Guru Matematika (OGM) ke-9 ini dilaksanakan pada Ahad (28/4/2024) di Ecovention Hall, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.
BACA JUGA: Menghindari Ban Serep Terjatuh, Mobil Bemuatan Duku Terguling dan Terbakar
Event bergengsi ini diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia, yang telah siap menunjukkan kemampuan dan dedikasi mereka dalam bidang matematika. Lomba KMRN dan OGM ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang didirikan oleh Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra MSi.
Aziz Angga Pratama menyatakan, kompetisi ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang semangat kompetisi yang sehat untuk menjadi pembelajar sejati. “KMNR dan OGM mendorong para peserta untuk berkompetisi dengan nalar tinggi dan menghargai proses belajar yang berkelanjutan,” ujarnya.
BACA JUGA: Kamis Malam, Polres Bantul Selenggarakan Nobar Semifinal AFC U23 di Lapangan Paseban
Peserta lomba KMNR-19 dari SMA Muhi Yogyakarta telah melewati tiga tahapan kompetisi yang ketat sejak babak penyisihan pada Ahad 26 November 2023 di Surakarta. Babak semifinal pada Ahad 25 Februari 2024 dilaksanakan di Surakarta dan babak final di Ancol Jakarta yang diikuti oleh 2.790 peserta dari kelas 1 SD hingga 12 SMA. Sementara itu, OGM-9 babak penyisihan dilaksanakan pada Ahad 25 Februari 2024 di Surakarta dan babak final dilaksanakan pada Ahad 28 April 2024 dengan 407 peserta mulai dari Guru SD hingga Guru SMA di Ancol Jakarta.
Dua peserta didik SMA Muhi pemenang KMNR-19 ini menerima berbagai penghargaan menarik seperti medali, trofi, sertifikat, voucher, kesempatan untuk mengikuti lomba internasional, serta tabungan pendidikan.
BACA JUGA: Bangunan Rusak Akibat Gempa Garut Bertambah Menjadi 110 Unit
Sementara itu, Aziz Angga Pratama MSc sebagai pemenang OGM menerima manfaat berupa sertifikat, trofi, merchandise, dan pembinaan guru secara daring. Manfaat dari KMNR-19 dan OGM-9 ini tidak hanya hadiah materi, tetapi juga pengalaman berharga dalam sebuah kompetisi yang kompetitif dan inspiratif.
Kepala SMA MuhiYogyakarta Drs H Herynugroho MPd menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ini membuktikan bahwa SMA Muhi Yogya berhasil bersaing dengan sekolah bergengsi lainnya dari seluruh Indonesia.
“Proses lomba ini berjalan sangat panjang dan berjenjang seperti Olimpiade Sains Nasional. Dimulai dari seleksi ketat tingkat daerah hingga nasional. Kami sangat bersyukur bisa meraih 3 medali perunggu ini. Semoga kami bisa meraih prestasi yang membanggakan lagi kedepannya,” tandasnya.
BACA JUGA: UPN 'Veteran' Yogyakarta Mewisuda 580 Mahasiswa, IPK Tertinggi 3,86
Herynugroho, menegaskan persiapan sekolah untuk menghadapi lomba tersebut telah matang. Mereka telah mempelajari materi dan mengevaluasi pengalaman dari tahun sebelumnya. “Kami telah mempersiapkan materi yang sesuai dengan kategori lomba. Lomba ini tidak sekadar soal numerik, tetapi juga menuntut kemampuan penalaran dan pemahaman teks,” pungkasnya. (*/Met)
