Yogyapos.com (SLEMAN) - Rangkaian Sadran Agung Kyai Wirajamba ditutup dengan kirab budaya, Minggu (12/3/2023). Diikuti ribuan warga dari delapan bergada padukuhan, tradisi yang baru pertama kali digelar secara besar-besaran ini menawarkan pendekatan kebudayaan dalam pembangunan.
Lebih dari sekedar peringatan atau kegiatan ruwahan yang banyak dilakukan masyarakat Jawa, Sadran Agung Kyai Wirajamba menggabungkan potensi sejarah, adat budaya, tradisi dengan sentuhan penciptaan baru dalam bidang kesenian dan pasar UMKM sebagai roda penggerak perekonomian warga.
Rangkaian acara sadran yang diawali dengan dzikir akbar di makam Kyai Wirajamba pada Kamis (9/3/2023) malam diikuti ratusan warga dan ahli waris. Dipimpin abdi dalem juru kunci makam Suruh, Imam Waluyo dan dihadiri Santosa (Kasi Lembaga Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kab Sleman), ratusan warga menggelar tikar di sekitar nisan makam keluarga mereka.
Pada hari pertama, Jumat (10/3/2023), berlangsung senam massal dan pembukaan Pasar UMKM dan Jamu di Lapangan Sawo Sidomulyo. Mewakili Bupati Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih SE MSi (Kasi Pengembangan Usaha Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sleman) menyampaikan agar setelah digelar pasar dan gelar potensi diikuti dengan membeli produk sendiri. Pada sore dan malam harinya dipentaskan Gelar Seni Pelajar dan Tradisi.
Juru kunci makam memimpin dzikir akbar di makam Kyai Wirajamba || YP - Wahjudi Djaja
Pada hari kedua digelar Lomba Mewarnai tingkat PAUD/TK se-Kapanewon Godean di area Embung Gagak Sura pada Sabtu (11/3/2023). Ratusan pelukis cilik mewarnai sket lukisan karya dosen ISI Yogyakarta Joseph Wiyono yang mengangkat tema Pahlawan dan Lingkungan. Mereka memperebutkan Tropi GKR Hemas. Siangnya digelar Seni Jatilan dari dusun Perak Bulus di Lapangan Sawo. Malam harinya dipergelarkan Rampak Kemuning Gancahan oleh Bengkel Karakter Gancahan di area parkir timur Embung Gagak Sura.
Pada kesempatan kirab budaya Sadran Agung Kyai Wirajamba Minggu (12/3/2023) ditandai dengan peresmian pengurus Rintisan Kalurahan Budaya Sidomulyo. Mewakili Bupati Sleman, Aji Wulantoro SH MHum (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) mengukuhkan kepengurusan yang diketuai Masrokhim Imam. Turut hadir mendampingi Panewu Godean Ikhsan Waluyo dan unsur Forkompim Godean serta Lurah Sidomulyo Rustho Busono.
Kirab budaya dilepas Aji Wulantara dari Lapangan Sawo menuju makam Kyai Wirajamba sejauh kurang lebih 3 km. Masing-masing padukuhan menampilkan kreatifitas untuk melengkapi gunungan.
Tercatat ada sembilan gunungan yang diarak terdiri atas delapan dari masing-masing dusun dan satu dari Kalurahan Sidomulyo. Sesampai di kompleks makam Suruh, sembilan gunungan dibawa masuk bergada menuju serambi makam Kyai Wirajamba untuk didoakan dan dibagikan kepada warga. (Iud)
