Yogyapos.com (SLEMAN) - Potensi pariwisata yang ada di Jogotirto Berbah Sleman sangat lengkap dan berkarakter kuat. Mulai potensi alam, purbakala, sejarah, budaya dan pertanian bisa dikelola untuk meningkatkan pendapatan warga dan pendapatan asli kalurahan. Syaratnya, harus terlembaga dengan baik dan dikerjakan secara serius.
BACA JUGA: Jalan Sehat Warga RW 22 Notoprajan Dihadiri Caleg PKB Kota Yogya Eko Djoko Widiyatno SH MH
Demikian hasil Pelatihan dan Pendampingan Dinas Pariwisata Sleman di Balai Kalurahan Jogotirto, Senin (30/10/2023). Bertindak sebagai narasumber Dr Minta Harsana MSc (dosen UNY) dan Wahjudi Djaja SS MPd (Badan Promosi Pariwisata Sleman). Peserta pelatihan terdiri atas para pemuda dan tokoh pemuda penggerak wisata.
Goa Jepang di Jogotirto || YP-Wahjudi Djaja
“Jujur kami heran dengan Jogotirto ini. Potensi yang dimiliki sangat lengkap bahkan ada yang dikenal luas oleh masyarakat seperti Lava Bantal, tetapi bagaimana mungkin terlihat lamban dalam pengelolaannya. Padahal kita tahu, Jogotirto ini posisinya strategis dan menjadi jalur wisatawan. Maka, mari kita segera benahi komitmen dan kelembagaan berikut programnya dan pelan-pelan dikerjakan secara benar,” tandas Minta Harsana.
BACA JUGA: Sempat Terjadi Kejar-kejaran, Puncuri Motor Diringkus oleh Korbannya
Sedangkan Wahjudi Djaja menyampaikan perlunya pemerintah Kalurahan Jogotirto membuat Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kalurahan (RIPPARKAL). “Ini penting sebagai pedoman pengembangan pariwisata di Jogotirto. Siapa pun lurah yang menjabat harus berpedoman pada Ripparkal agar bisa berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem yang ada,” papar dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta ini.
Kepada yogyapos.com Lurah Jogotirto Mitha Mayasari SPsi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dicarikan jalan keluar.
“Dari aspek kelembagaan kita memang belum lengkap. Masih mencari personil yang tepat dan berkompeten agar bisa dan mau menggerakkan program. Kami berharap dengan pelatihan dan pendampingan ini bisa mulai membukakan wawasan dan pengetahuan para pemuda untuk menggerakkan pembangunan,” katanya.
BACA JUGA: Kustini Resmikan Hasil Proyek Padat Karya di Sendangarum, Ini Ujudnya
Selain dihadiri tokoh masyarakat, pelatihan dan pendampingan juga diikuti oleh Carik Jogotirto, Ulu-Ulu dan pamong kalurahan. Hari kedua pelatihan pada Selasa (31/10/2023) akan diisi dengan kunjungan dan FGD ke Desa Wisata Samiran Boyolali Jawa Tengah. (Iud)
