Disbud Sleman Gelar Lomba Berdas Cermat Angkat Sumbu Filosofi

share on:
Generasi muda di Tugu Yogya || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sumbu Filosifi adalah sebuah upaya untuk memaknai lanskap khas Yogyakarta. Selain diorientasikan sebagai cara menanamkan jatidiri dan karakter, upaya tersebut juga diorientasikan sebagai media pembelajaran sejarah bagi generasi muda. Hal ini dilandasi keberadaan jejak dan bangunan sejarah yang membentang dari selatan sampai utara Kraton Yogyakarta.

Berkaitan dengan itu Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menggelar Lomba Cerdas Cermat Sejarah Tingkat SMA/SMK/MA Tahun 2023. BertemaSumbu Filosofi Yogyakarta Menuju Warisan Dunia, pendaftarannya dimulai tanggal I0 Juli 2023 - 7 Agustus 2023 melalui https://bit.lv/PendaftaranLCCSejarah. Babak penyisihan dimulai 9 Agustus 2023. Salah satu ketentuannya, peserta berasal dari siswa-siswa SMA/SMK/MA yang berada di wilayah Kabupaten Sleman kelas X, XI dan atau XII yang terdiri atas 3 siswa dan 1 orang guru pendamping. Peserta lomba dibatasi 50 sekolah dengan seragam sekolah masing-masing.

Ruslaini SS dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyampaikan materi lomba, antara lain Pengantar Ilmu Sejarah, Manusia Indonesia Masa Praaksara, Peradaban Hindu-Buddha Di Indonesia, Peradaban Islam di Indonesia, Pahlawan nasional (Gambar), Peradaban Bangsa Eropa di Indonesia, Perjuangan Kedaerahan melawan penjajah, Perjuangan dan Pergerakan Nasional Indonesia, Pendudukan Jepang di Indonesia, Proklamasi Kemerdekaan dan Republik Indonesia Awal, Perjuangan dan Revolusi mempertahankan kemerdekaan, dan Lagu Nasional (audio/video).

“Untuk materi lokal Yogyakarta antara lain tentang sejarah perjuangan di Yogyakarta, Sumbu Filosofi Yogyakarta serta monumen dan tetenger,” tandasnya kepada yogyapos.com, Senin (10/8/2023).

Terkait sistem dan teknis perlombaan, dijelaskan, Babak Penyisihan berbentuk ujian tertulis dengan jumlah soal 120 buah pilihan ganda waktu pengerjaannya 60 menit. Babak Semi Final meliputi Babak Benar Salah, Babak Cepat Tepat, Babak Soal Interaktif dan Babak Soal Rebutan. Untuk Babak Final meliputi Babak Benar Salah, Babak Cepat Tepat, Babak Soal Interaktif, Babak Soal Rebutan dan Babak Soal Cerita.

Dari lomba yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah tersebut, Babak penyisihan diambil 9 besar untuk memasuki Semi Final. Kemudian dibagi menjadi 3 sesi, Juara di masing masing sesi maju ke Babak Final. Juara Babak Final mewakili Kabupaten Sleman dan dikirim ke tingkat DIY.

Menanggapi upaya Dinas Kebudayaan Sleman tersebut, Ketua Umum Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama) Wahjudi Djaja, SS, MPd mengapresiasi dan menyambut baik.

“Lomba ini bisa dijadikan awal pembelajaran generasi muda tentang keyogyakartaan. Jangan sampai anak-anak muda tidak paham sejarah, potensi dan kisahnya. Selain itu, langkah ini bisa lebih membumikan pelajaran Sejarah di sekolah,” tandas salah satu juri lomba tersebut.

Terkait pelaksanaan, pihak panitia menjelaskan, pada Babak Semi Final dan Final guru pembimbing diperbolehkan menyanggah jika dirasa jawaban siswa benar tetapi disalahkan oleh juri. Namun, sanggahan hanya bisa dilakukan saat perlombaan berlangsung dan hanya diperkenankan 1 kali sanggahan dalam 1 pertandingan. Sedangkan hadiah yang bisa diraih, untuk Juara I berupa uang pembinaan Rp 4.000.000, Juara II hadiah uang pembinaan Rp 3.500.000 dan Juara III hadiah uang pembinaan Rp 3.000.000. (Iud)

 

 

 


share on: