Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Pendidikan mengadakan Workshop Anak Tidak Sekolah dan Anak Putus Sekolah, di Rumah Makan Pringsewu, Kamis (21/11/2024).
“Sekarang ini kita mengadakan workshop dari steholder yang menangani anak putus sekolah dan anak tidak sekolah, karena permasalahan itu sangat kompleks harus ditangani oleh semua steholder yang ada,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mewakili Pjs Bupati Sleman kepada yogyapos.com seusai membuka kegiatan.
Ery juga menjelaskan, karena namanya putus itu menurutnya tidak semata-mata faktor ekonomi. Sehingga dengan melalui workshop ini, diharapkan bisa menemukan solusi dengan koirdinasi bagaimana mengatasi anak-anak tidak sekolah dan anak-anak putus sekolah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidi kan Masyarakat Dinas Pendidi kan Kabupaten Sleman, Insan Yudanarto mengungkapkan, pada 2024 ini ada 394 anak tidak sekolah. Salah satu penyebab utama adanya masalah dari keluarga dan mayoritas berasal dari jenjang SMA sederajat. Wilayah paling banyak anak tidak sekolah di Kapanewon Gamping.
Kepala Bidang Pembinaan Pau dan Pendikan Masyarakat Kabupaten Sleman, Insan Yudanarto || Agung DP
Mereka putus sekolah pada umumnya persoalan keluarga faktor mulai dari keluarga tak harmonis, orang tua yang bercerai, dan hanya diurus oleh orang tua tunggal. Sedangkan lainnya baru disebabkan oleh faktor ekonomi sehingga anak-anak kerap kali harus bekerja sebelum waktunya.
“Paling sedikit di Kapanewon Mlati. Hal ini bisa karena berbagai faktor, seperti jarak dari rumah ke sekolah dekat, faktor sosial, hingga ekonominya baik,” tandasnya.
Dikatakan, ada berbagai upaya untuk menekan jumlah anak tak sekolah ini. Utamanya dengan melakukan pembinaan pada anak dan keluarga. Baik itu melalui kalurahan, pemuka agama, serta tokoh masyarakat. Jika nantinya anak mau kembali bersekolah, Dinas Pendidikan akan membantu menyalurkan mereka pada sekolah formal.
Apabila ternyata ada syarat yang tidak memenuhi maka akan disalurkan pada sekolah non-formal, yakni Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kalau SD nanti ambil paket A, SMP paket B, dan SMA sederajat dengan paket C.
“Sleman merupakan wilayah dengan jumlah penduduk banyak disamping geografi,kondisi ekonomi, sosial, turut mempengaruhinya. Menurunkan angka anak tak sekolah hingga nihil bukanlah persoalan yang mudah,” simpul Insan. (Agn)
