Dinas Pariwisata Sleman Fokus Kelola Wisata Religi

share on:
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Wasita SS MAP || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mulai fokus untuk mengelola wisata religi. Sehubungan dengan hal itu, 40 orang Pengelola Wisata Religi Maqom Syech Jumadil Qubro dan Pokdarwis Pakembinangun Pakem Sleman, melakukan studi banding ke Kabupaten Wonosobo.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Wasita SS MAP, urgensi agenda studi orientasi tersebut didasarkan pada adanya potensi pengembangan wisata religi di Kabupaten Sleman yang cukup prospektif.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pemasukan-wisata-sleman-capai-rp-12-triliun-selama-liburan-lebaran-6836

“Kabupaten Sleman memiliki beberapa destinasi wisata religi yang potensial untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi, salah satu diantaranya adalah wisata religi Maqom Syech Jumadil Qubro di Turgo Purwobinangun Pakem. Oleh karena itu, pasca pandemi Covid-19 ini kami bersemangat untuk membangkitkan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan ekonomi,” ujar Wasita dalam rilis media yang diterima yogyapos.com Jumat (16/9/2022).

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kunjungan-wisata-sleman-tembus-1096000-orang-6605

Makam Ki Ageng Wonosobo || YP-Ist

Ditambahkan Wasita, bermodal semangat pemulihan sektor pariwisata yang lebih kuat atau Stronger Recovery of Tourism yang harapannya semua sektor pendukung pariwisata dapat secara bersama-sama bangkit memulihkan kesejahteraan masyarakat, diantaranya para pelaku seni pertunjukan, kuliner, umkm, hotel dan perjalanan wisata.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kenaikan-pengunjung-destinasi-wisata-sleman-ratarata-20-persen-tebing-breksi-tembus-67-persen-6823

Lebih dari itu, keberadaan Bandara YIA yang potensial mendatangkan lebih banyak wisatawan dimasa mendatang, rencana pembangunan jalan Tol Yogya-Bawen, dan Yogya-Solo tentu akan menjadi peluang yang sangat besar untuk mengembangkan sektor pariwisata di DIY, khususnya di Kabupaten Sleman.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-gelar-lomba-sleman-teguhkan-sebagai-pionir-desa-wisata-1022

Adapun, persoalan yang digali meliputi praktik baik (best practice) tentang strategi pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata religi di Kabupaten Wonosobo. Hal ini mengingat Wonosobo telah terbukti mampu mengelola destinasi wisata religi dengan cukup baik, yang dikolaborasikan dengan pengembangan ekonomi keatif yang ada diwilayahnya. Sehingga mampu meningkatkan sektor pariwisata serta meningkatkan perekonomian warga masyarakat, meningkatkan peluang usaha dan lapangan kerja khususnya disekitar destinasi wisata. Diantaranya wisata religi di Kabupaten Wonosobo meliputi Makam Ki Ageng Wonosobo yang dipercaya sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Wonosobo.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ratusan-warga-sleman-antusias-ikut-kampanye-sadar-wisata-9069

Praktik baik yang diharapkan diperoleh dari Kabupaten wonosobo diantaranya meliputi pengelolaan kelembagaan, pengembangan SDM, jalinan kemitraan dari stakeholder terkait. Rombongan dari Kabupaten Sleman diterima oleh Ketua BPD Desa Plobangan Selomerto, Sugeng.

Usai penerimaan di Balai Desa Plobangan dilanjutkan dengan kunjungan ke Makam Ki Ageng Wonosobo untuk melihat secara langsung destinasi wisata religi tersebut. Ikut mendampingi kunjungan tersebut Ulu-ulu Kalurahan Purwobinangun Warsino dan Kamituwa Kalurahan Purwobinangun Subandi. (Sulistyawan Ds)

 

 

 

 

 


share on: