Yogyapos.com (YOGYA) - Stroke adalah salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kematian. Data dari Departemen Kesehatan, dari setiap 7 orang yang meninggal, 1 diantaranya karena stroke.
Perkembangan penyakit stroke makin mengkhawatirkan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Tanpa memandang usia. Di Indonesia dari setiap 1000 orang, 8 orang diantaranya penderita stroke.
Yang memprihatinkan, kini semakin banyak orang yang menderita stroke karena factor makanan instan. Karena itulah diperlukan edukasi untuk mencegah berkembangnya penyakit stroke di tengah masyarakat. Selain itu, juga perlu pendampingan bagi penderita agar bias sembuh dan memilliki harapan hidup tinggi.
Dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait dengan penyakit stroke, sebuah event besar akan digelar di Yogyakarta pada 28-30 Oktober mendatang. Acara yang diselenggarakan Yayasan Stroke Indonesia DIY ini bertajuk Jambore Stroke Indonesia. Penyelengaranya Yastroki (Yayasan Stroke Indonesia) DIY.
Agenda Jambore tersebut akan dilauncing Kamis (4/8) besok, di Graha Sarina Vidi Jalan Magelang Yogya. Diawali dengan penggalangan dana Jambore Stroke Indonesia #1. Diharapkan mereka yang peduli dengan penyakit stroke akan hadir di acaraini.
“Insha Allah akan banyak tokoh yang hadir mensuport kegiatan jambore Stroke,” ujar Taufik Ridwan, salah satu pengurus Yastroki DIY.
Menurut Taufik untuk kegiatan Jambore yang akan digelar 28-30 Oktober mendatang bertema “Berbagi Energi Sehat Untuk Membangun Negeri”. Dalam jambore tersebut akan diadakan berbagai acara seminar kesehatan, sarasehan tentang stroke, kirab di Malioboro, senam massal dan konsolidasi.
Menurut Taufik Ridwan dengan jambore ini bisa menjadi ruang untuk mengedukasi dan mengispirasi bagi penderita stroke, pendamping serta masyarakat umum. “Edukasi sangat penting karena stroke sudah tidak pandang usia,” kata Taufik Ridwan yang juga pemilik Dini Adv tersebut.
Salah satu penyebab stroke adalah faktor makanan instan. Dengan jambore ini diharapkan tingkat kesadaran masyarakat semakin membaik. Pada akhirnya nanti, kesehatan masyarakat juga meningkat.
Yastroki yang muncul sejak 12 tahun silam, memiliki agenda rutin yakni mengadakan olahraga pernapasan, peduli lansia, danlainnya. “Kegiatan ini rutin diadakan di Embung Tambakboyo Maguwoharjo, Depok Sleman.
Yastroki juga terus mendorong munculnya komunitas pendamping bagi para penderita stroke. Salah satu komunitas yang sudah aktif adalah Caregiver. “Pendamping ini bisa suami, istri, atau anaknya. Jiwa pendamping harus lebih sehat dari yang didampingi,” katanya,
Komunitas ini dirasa penting, terutama agar memberikan semangat kepada penderita maupun pendamping. Segala kegiatan bertujuan agar kondisi penderita stroke tidak terus menurun. Penderita yang tadinya bisa berjalan tetapi karena hanya bermalas-malasan punya risiko tidak bisa jalan.
Berbagai kegiatan pendampingan untuk penderita stroke ternyata telah dirasakan manfaatnya. Banyak penderita yang bias sembuh setelah aktif melakukan kegiatan. Hal ini sudah terbukti. Ada penderita stroke yang sebelumnya tidak bisa bicara lancar, dengan berbagai latihan, sekarang bias bicara lancar.
Seperti diungkapkan Taufik Ridwan, ada anggota yang usianya sudah 80 tahun yang telah 20 tahun stroke, kini menjadi produktif dengan menjadi penulis buku. “Penderita stroke ini telah melahirkan berbbagai buku justru di saat sakit,” ujarnya. (Ggn)
