Destinasi Wisata Ondo Wesi Ngawi Kian Diminati, Niti Laku Kyai Soniti

share on:
Destinasi Ondo Wesi di dusun Sanan Ngrayudan Jagaraga Ngawi || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (NGAWI) - Jejak perjalanan Kyai Soniti menginspirasi para pemuda Dusun Sanan, Ngrayudan, Ngawi untuk mengangkat potensi. Berbasis lereng Gunung Lawu yang indah dan beberapa potensi alam yang lengkap, Ondo Wesi diperkaya narasi sejarah yang terjaga oleh tradisi turun-temurun.

“Mbah Soniti dulunya berasal dari daerah Sukowati (Sragen). Dia bekerja sebagai bakul injet (kapur sirih) yang berjalan dari satu desa ke desa lain. Entah kenapa dia kemudian menetap di lereng Gunung Lawu sebelah selatan ini dan, terus babat (membuka alas) Sanan sehingga menjadi dusun Sanan, Ngrayudan, Jagaraga, Ngawi,” kisah Sukamto salah satu keturunanya kepada yogyapos.com, Sabtu (1/7/2023).

Lebih jauh diceritakan, Sanan adalah nama pikulan yang dia pakai untuk menjual injet. Pikulan itu terbuat dari kayu sono yang dikasih goresan injet. Itulah kenapa kayu sono dari dusun Sanan mempunyai inti putih di bagian tengahnya. Kayu sono dari Sanan ini mempunyai harga yang lebih mahal dari kayu jati sekalipun.

“Saya pernah menjual tiga pohon sono dibeli 70 juta sehingga bisa untuk membeli tanah,” tandasnya.

Di sekeliling makam Kyai Soniti tumbuh empat pohon kemuning yang sudah tua. Pohon kemuning (Kawi: jenar) jika berbunga kembangnya berwarba putih, saat buah muda berwarna hijau, ketika masam berwarna kuning, dan sesudah masak berwarna merah. Pohon ini memiliki banyak makna bagi orang Jawa.

Dosen STIE Pariwisata API Yoyakarta, Wahjudi Djaja SS MPd mendukung langkah Komunitas Selad. Selain perlu memperhatikan aspek legalitas terkait status lahannya, para pengelola juga harus memiliki visi yang jelas dan benar. Orientasi ke depan harus berpijak pada pelestarian lingkungan alam dan hutan.

“Apalagi ada sumber mata air Teleng yang menjadi jantung kehidupan warga Sanan dan sekitarnya,” jelasnya.

Tahlil di makam Kyai Soniti || YP-Wahjudi Djaja

Terkait destinasi Ondo Wesi sebetulnya mulai dibuka bulan Oktober 2022. Menurut Ketua Komunitas Selondo Adventure (Selad) Dwi Prasetyanto, pengelola destinasi Ondo Wesi sudah mengajukan izin kepada pihak Perhutani.

“Izin memang diberikan untuk menggelar Ondo Wesi Forest Camp 2 dengan tema Semantik Silaturasa. Namun kami berharap ke depannya Perhutani juga mengizinkan jika lokasi ini kami kembangkan menjadi destinasi karena banyaknya animo masyarakat,” harapnya.

Beberapa potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung destinasi Ondo Wesi antara lain rock climbing di sepanjang Kali Selondo, mata air Teleng yang memiliki Ph 8, gua alam yang belum dibuka, hutan Segawen, down hill dari Watu Gedhek, dan sungai Selondo. 

Ondo Wesi Forest Camp 2 digelar sejak 30 Juni sampai 2 Juli 2023. Jumat malam digelar tahlil di makam Kyai Soniti dihadiri warga Sanan, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, beberapa komunitas termasuk Lembaga Kebudayaan Jawa Sekar Pangawikan Yogyakarta. Acaranya antara lain tahlil Kyai Soniti, reog Kridha Budhaya, Kirab Budaya, pentas seni budaya, music performance, bakti sosial dan tadabur alam.

Ondo Wesi Forest Camp 2 juga didukung para mahasiswa STKIP Modern Ngawi yang kebetulan tengah melakukan KKN di Ngrayudan. Menurut Ketua Kelompok, Guntur Siswa Putra, mereka KKN selama sebulan sejak 19 Juni 2023.

“Selain memberikan santunan kepada warga masyarakat, kami bersama 9 anggota juga melakukan bakti sosial. Untuk kegiatan forest camp ini kami juga terlibat gotong royong dan menyumbang tumpeng,” tandasnya. (Iud)

 

 

 

 

 


share on: