Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebanyak 5.228 mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta mengikuti upacara sidang senat terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2023/2024.
Mereka berasal dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Seleksi Mandiri, terdiri mahasiswa baru program Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor.
Kegiatan ini sekaligus mengawali program Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) Tahun 2023 yang dipusatkan di Auditorium UPN Veteran Yogyakarta, Sabtu (12/8/2023). Turut hadir Direktur Pemberdayaan Aplikasi Informasi (PAI) Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kemkominfo), Bonifasius Wahyu Pujianto yang menyampaikan orasi ilmiah untuk bekal mahasiswa baru.
Rektor UPNV Yogyakarta, Mohamad Irhas Effendi dalam sambutan mengatakan mulai tahun akademik 2022/2023 UPNV Yogyakarta meningkatkan daya tampung menjadi 4.830 dan pada tahun akademik 2023/2024 meningkat lagi menjadi 5.310.
“Daya tampung pada tahun akademik 2023/2024 meningkat sebanyak 9,93 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Irhas.
Merujuk Keputusan Menteri Keuangan Nomor 209/KMK.05/2021 tanggal 31 Mei 2021 UPN Veteran Yogyakarta berubah pola pengelolaan keuangannya dari PTN-Satker menjadi PTN-BLU.
“Salah satu janji ketika mengusulkan sebagai BLU adalah meningkatkan layanan kepada masyarakat, baik dalam luasan layanan, jenis atau diversifikasi layanan, maupun kualitas layanan,” jelasnya.
Dengan demikian, UPNV Yogyakarta turut berkontribusi dalam perluasaan kesempatan menempuh pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan pembangunan nasional sebagaimana yang tertuang dalam amanat Pembukaan UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Seleksi masuk UPN Veteran Yogyakarta pada tahun ini dilaksanakan melalui tiga jalur, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Perstasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan seleksi mandiri,” katanya.
Sedangkan untuk jalur seleksi mandiri, meliputi 4 skema yaitu skema Prestasi Wimaya, skema Skor/Nilai UTBK, skema Computer Based Test (CBT) Kapasitas Bela Negara dan skema Kemitraan. Seleksi mandiri skema Bela Negara merupakan implementasi dari komitmen UPNV Yogyakarta untuk terus melestarikan, mengembangkan, serta menguatkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bernegara. Sebanyak 925 mahasiswa baru UPNV Yogyakarta merupakan pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
“Calon mahasiswa baru jalur SNBP yang lolos seleksi sebanyak 1063 orang, SNBT sebanyak 2.683 orang, dan Seleksi Mandiri sebanyak 1.895 orang,” bebernya.
Mahasiswa baru diterima secara resmi pada hari ini berjumlah 5.228 orang, terdiri dari mahasiswa program Diploma III (DIII) sebanyak 49 orang, mahasiswa program sarjana (S1) sebanyak 4.993 orang, mahasiswa program magister sebanyak 185 dan mahasiswa program Doktor sebanyak 1 orang. Khusus mahasiswa program sarjana pada tahun ini tingkat keketatan seleksinya adalah 1:14, artinya satu mahasiswa menyingkirkan 14 orang pesaing, meningkat dari tahun lalu 1 : 12.
“Untuk itu kami ucapkan selamat, bahwa saudara adalah orang terpilih untuk mengikuti pendidikan di Kampus Bela Negara UPN Veteran Yogyakarta.
Dari sisi gender, mahasiswa baru tahun ini 53,9 persen adalah perempuan dan 46,1 persen adalah laki-laki, berasal dari 34 propinsi di Indonesia,” ungkapnya.
Rektor berpesan kepada para mahasiswa untuk mencermati peraturan akademik termasuk perkuliahan, tugas-tugas dan ujian serta peraturan lain.
Sementara, Direktur Pemberdayaan Aplikasi, Informasi Kemkominfo, Bonifasius Wahyu Pujianto di hadapan mahasiswa baru membeberkan materi peningkatan ketahanan nasional melalui edukasi literasi, perlu peningkatan kecakapan masyarakat menggunakan media berbasis digital secara etis dan aman.
“Literasi digital ini adalah suatu gerakan yang tidak bisa dikerjakan oleh satu institusi, semuanya harus terlibat. Karena dalam transformasi digital semua orang harus dibekali dan mampu bertransformasi,” kata Bonifasius.
Dia berharap dengan literasi digital dapat membendung dampak negatif yang ada di ruang digital.
“Kami sangat mengharap peran guru, dosen dan mahasiswa dalam upaya penguatan ketahanan nasional sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang lebih baik,” tutur dia. (Opo)
