Dari Travel Dialog Java Promo 2022, Wisatawan Jawa Barat Antusias ke Yogyakarta

share on:
Travel Dialog Java Promo 2022 di Bandung Jawa Barat || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (BANDUNG) - Upaya untuk menggerakkan kembali wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi komitmen sejumlah kabupaten dan kota yang tergabung dalam Java Promo. Tahun 2022 ini fokus program ada di Bandung Jawa Barat. Harapannya, dengan travel dialog ini, wisatawan dari wilayah Jawa Barat yang tergolong sangat potensial, bisa menempatkan pilihan destinasi di Yogyakarta.

Demikian simpulan Travel Dialog Java Promo 2022 yang diadakan di Hotel 101 Bandung Jawa Barat, Rabu (26/7/2022). Hadir dalam kegiatan tersebut Dinas Pariwisata, Bappeda dan Badan Promosi Pariwisata dari Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul dan Gunung Kidul. 

Dalam sambutannya Sekretaris Dinas Pariwisata Sleman, Eka Priastana Putra SE MSi selaku pimpinan rombongan menyampaikan, Java Promo merupakan forum kerjasama khusus bidang pariwisata yang berdiri sejak tahun 2002. “Anggota Java Promo sekarang mencapai 16 kabupaten dan kota dimana Sekber-nya berada di Sleman. Tujuannya untuk memberikan update informasi tentang pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Harapan kami informasi tersebut bisa digali lebih dalam dan detail kepada delegasi Java Promo yang datang,” tandasnya.

Dalam pemaparannya Rahimudin dari Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) menjelaskan keberadaan Teras Malioboro 2 yang tengah naik daun.

“Selain sebagai pusat kerajinan juga menyediakan aneka kuliner. Penataan ini menjadikan Malioboro semakin nyaman dan bersih dinikmati. Sedangkan Selasar Malioboro yang letaknya dekat Stasiun Tugu di area Pasar Kembang, menyedikan semua angkringan yang khas Yogyakarta,” paparnya.

Saat meemaparkan destinasi wisata Sleman, Eka Priastana Putra menyebut empat karakter khas Sleman. “Kami menyebutnya sebagai the living culture, yakni budaya, pendidikan, masyarakat, dan kuliner. Untuk tahun 2022 kami sedang fokus pada sport tourism karena menjadi tuan rumah Porda DIY. Ada pula paket wisata yang baru, yakni civa plateu tour, lava tour, dan explore kaliurang. Paket ini akan menantang adrenaline wisatawan,” imbuhnya.

Sedangkan Kwintarto Heru Prabowo SSos dari Dinas Pariwisata Bantul memaparkan destinasi baru seperti Little Tokyo (Litto) yang berada di Dlingo Bantul. “Wisatawan bisa memiliki pengalaman berwisata ala Jepang sambil menikmati sunset yang indah. Pantai Paratritis juga mulai digunakan untuk surving yang menantang. Sedangkan kuliner khas Bantul berupa sate klatak yang tusuknya dari jeruji sepeda, jelas menghasilkan cita rasa yang unik,” paparnya.

Sedangkan Sofian Dwi Aryanto dari Dinpar Gunung Kidul memaparkan desa wisata yang diakui dunia yakni Nglanggeran dengan lanskap dan pemandangan yang indah. “Kami juga memiliki beragam jenis wisata alam yang baru dan menawan. Potensi lain berupa 770 gua, 285 telaga, dan 110 pantai. Wisatawan cukup membayar 10 ribu di pos TPR dan bisa menikmati 15 pantai,” tandasnya.

Travel dialog sesi pertama yang digelar Java Promo dan dihadiri lembaga pendidikan, mendapat sambutan positif dari peserta. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain mengenai akses ke kraton, parkir yang mahal, tak adanya bantuan pengamanan saat wisatawan menyeberang dan kurang jelasnya papan penunjuk arah. Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan stake holder yang ada. (Wahjudi Djaja)

 

 


share on: