Dari Sarasehan Budaya Sidomulyo, Pemimpin Harus Beri Manfaat

share on:
Bambang Wisnu Handoyo dalam sarasehan kebudayaan Sidomulyo || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemimpin di level manapun harus berani bermimpi. Bermimpi untuk kehidupan yang lebih baik, maju dan sejahtera bagi warga atau anggota yang dipimpinnya. Dia harus memahami dan menguasai persoalan mendasar yang dihadapi warganya. Kalau tak berani bermimpi dan tak bisa beri manfaat, lebih baik mundur saja. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kapolda-diy-dengarkan-curhat-warga-di-kawasan-malioboro-9537

Demikian disampaikan budayawan Bambang Wisnu Handoyo dalam Sarasehan Kebudayaan Kalurahan Sidomulyo Godean Sleman, di aula kalurahan setempat, Kamis (26/1/2023) malam. Sarasehan digelar dalam rangka persiapan Sadran Agung Kyai Wirajamba yang rencananya dilaksanakan 10-12 Maret 2023.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kopdar-grj-2023-antonius-yuniarta-terpilih-sebagai-ketua-9532

Lebih jauh disampaikan, seorang pemimpin tidak boleh merasa paling tahu atas persoalan kehidupan. “Sebanyak apapun yang kita ketahui, masih lebih banyak hal yang tidak kita ketahui. Oleh karena itu, bijak jika para pemimpin bisa ngemong. Apalagi semua pamong atau perangkat mengemban amanat rakyat,” ujarnya.

Setiap ditanya tentang tujuan pengabdian, lanjut mantan Kepala DPKAD DIY ini, banyak pemimpin, perangkat atau pamong menjawab akan menyejahterakan rakyat.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-danrem-072pmk-terima-kunjungan-komisi-i-dpr-ri-9529

“Tetapi apa ukuran kesejahteraan itu, apa indikatornya rakyat menjadi sejahtera, nyaris tak ada yang bisa menjawab dengan pasti. Jadi tidak aneh jika sebuah desa yang kaya dengan potensi tetapi warganya miskin, karena para pamongnya tak bisa menjelaskan ukuran kesejahteraan,” jelasnya.

Peserta sarasehan kebudayaan Kalurahan Sidomulyo || YP-Wahjudi Djaja

Terkait keistimewaan Yogyakarta, sosok yang akrab disapa Pak BW ini mengaku sangat prihatin. “Bagaimana keistimewaan Yogyakarta bisa dihayati dan dilaksanakan jika ketika ditanya keistimewaan saja tidak tahu, tidak mau tahu dan tidak berusaha tahu,” katanya penuh keheranan.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-christina-wulandari-dan-tony-pulo-nyatakan-palm-karaoke-taat-bayar-royalti--9519

Keistimewaan Yogyakarta, lanjutnya, semua sudah diatur dan berlandaskan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012. Ada lima hal pokok yang menjadi penanda keistimewaan Yogyakarta, yaitu Gubernur dan Wakik Gubernur ditetapkan dari raja yang bertahta, pertanahan, kelembagaan, kebudayaan dan tata ruang.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kebelet-nikah-malah-ngembat-dua-mesin-penyedot-air-9517

“Terkait pertanahan, harus menjadi perhatian serius lurah dan pamong karena banyak tanah kas desa yang menjadi masalah. Apalagi kalurahan sekarang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sehingga lurah dan pamong harus tahu betul landasan pemanfaatan tanah kas desa,” pungkasnya.

BACA JUGA:  https://yogyapos.com/berita-sidang-praperadilan-kuasa-hukum-pemohon-dan-termohon-saling-berkesimpulan-9543

Sarasehan dihadiri Lurah Sidomulyo Rustho Busono beserta pamong, Ketua BPKal Sidomulyo, BUMKal Sido Makmur, Pokdarwis Mulyo Asri, Pengelola Kalurahan Budaya Sidomulyo, pengurus UMKM, para dukuh dan Karang Taruna serta para pendamping. (Iud)

 

 


share on: