Yogyapos.com (YOGYA) - Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono SSos MSi MSc menghadiri kegiatan Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Ruang Digital Komisi I DPR RI bertema “Penguatan Tata Kelola dan Literasi Ruang Digital di Daerah dengan Tingkat Penetrasi Internet Tinggi” yang berlangsung di Gedhong Pracimasana Lantai 1 Kompleks Kepatihan, Yogya, Jumat (22/5/2026).
BACA JUGA: 28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah DIY tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dr H Sukamta PhD., dan dihadiri Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, unsur Forkopimda DIY, pejabat Diskominfo, akademisi, asosiasi layanan internet, serta para pemangku kepentingan bidang digital dan keamanan siber.
BACa JUGA: Bermula Hubungan Asmara Kini Saling Berperkara, RJ Masih Wacana
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI menyampaikan bahwa tingginya penetrasi internet nasional harus diimbangi dengan tata kelola ruang digital yang kuat dan peningkatan keamanan siber. DIY dinilai memiliki posisi strategis sebagai daerah dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di Indonesia sekaligus berpotensi menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan ruang digital yang aman dan produktif.
BACA JUGA: 34 Perguruan Tinggi Jalin Kerjasama Program Beasiswa Sleman Pintar
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan bahwa transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam pelayanan publik, pendidikan, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata di DIY. Namun demikian, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan berupa ancaman siber, penipuan digital, penyalahgunaan media sosial, serta kebocoran data pribadi yang memerlukan perhatian bersama.
BACA JUGA: Bawa Celurit dan Diduga Mabuk, Pria Asal Bantul 'Diciduk' Polisi di Sleman
Pada kesempatan tersebut, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menegaskan bahwa Korem 072/Pamungkas melalui unsur sandi dan siber turut memberikan perhatian serius terhadap perkembangan ancaman keamanan siber yang semakin kompleks.
BACA JUGA: Festival Kethoprak Sleman Diikuti Grup dari Enam Kapanewon
“Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau AI harus diarahkan untuk mendukung ketahanan nasional, termasuk dalam mendukung program ketahanan pangan melalui sinergi bersama pemerintah daerah,” ujar Danrem.
Danrem juga menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dapat membantu memprediksi kebutuhan dan fluktuasi harga pangan sehingga mendukung kebijakan ketahanan pangan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
BACA JUGA: Wakanda Gelar Doa Bersama dan Baksos Memperingati Harkitnas
Selain itu, Danrem menekankan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan di bidang siber dan digital agar Indonesia memiliki sistem pertahanan siber yang kuat serta mampu menghadapi berbagai ancaman digital global yang terus berkembang.
BACA JUGA: TMMD ke-128 Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 Temanggung Resmi Ditutup, Ini Hasilnya
Dalam forum tersebut juga berkembang berbagai masukan terkait perlunya percepatan pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS), penguatan perlindungan data pribadi, peningkatan literasi digital masyarakat, optimalisasi kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan.
BACA JUGA: Sosialisasi P4GN di Makorem 072/Pmk, Tak Ada Prajurit Mengonsumsi Narkoba
Hasil kunjungan kerja Panja Ruang Digital Komisi I DPR RI mencatat berbagai aspirasi strategis dari Pemerintah Daerah DIY dan para pemangku kepentingan terkait, yang selanjutnya akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan nasional guna mewujudkan ruang digital Indonesia yang aman, sehat, produktif, dan berdaulat. (*/Red)
