Yogyapos.com (BANYUWANGI) - Kehadiran pemandu wisata (guide) peran penting dalam mendukung perkembangan wisata di suatu daerah, bahkan bisa dikatakan keberadannya menjadi garda terdepan sektor pariwisata.
Tak luput, rombongan studi banding Pemerintah Kabupaten Sleman beserta puluhan awak media ke Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur pun mendapatkan panduan jasa pramuwisata yang didatangkan oleh penyedia jasa transportasi.
BACA JUGA: Lansia Sleman Tembus 168.527 Jiwa, Danang Resmikan Panti Wreda Kalyanamitra Wulan Bahagia
Adalah Daniel Lazuardy Linandar (31) pria asli Banyuwangi ini setia menemani rombongan Pemkab Sleman ketika akan mengunjungi sejumlah wisata pantai yang berada di Banyuwangi sisi selatan.
Mulai titik keberangkatan di Hotel Santika di Jalan Letjen S Parman No.15, Sobo Kecamatan Banyuwangi, dirinya membeberkan seluk beluk, asal usul Banyuwangi hingga hal-hal mistis seperti santet dan sebagainya. Menarik juga ulasannya, lantaran dia benar-benar mumpuni sehingga selama perjalanan wisata mendapatkan tambahan wawasan.
“Kalau saya mulai terjun di dunia pemandu wisata ini sejak 2016,” ujar Daniel, sapaan akrabnya.
Daniel yang berlatar belakang akademisi atau pengajar Bahasa Inggris, mulailah tertarik di dunia pemandu wisata karena ajakan rekan.
BACA JUGA: Kapolda DIY Apresiasi Progo Band, Ini Pertimbangannya
“Awalnya diajak teman, kalau saya basic-nya pengajar Bahasa Inggris, karena teman menilai saya punya kemampuan berbahasa asing itu maka saya sering dilibatkan dalam kepemanduan wisata,” ungkap bapak satu anak ini.
Sebagai pemandu dirinya terus mengasah kemampuan dengan terus menambah jam terbang, meski tidak dilakukan setiap hari, lantaran sebagian waktunya dibagi jadwal mengajar. Penafsiran menggabungkan pembelajaran dan hiburan, diapun berusaha membangkitkan partisipasi dan interaksi peserta disetiap kesempatan.
BACA JUGA: Satresnarkoba Polresta Yogya Musnahkan 15 Paket Sabu
“Kalau ada jadwal mengajar, sementara saya tinggalkan sebagai pemandu,” kata pengajar di Politeknik Negeri Banyuwangi ini.
Menurut dia, idealnya, seorang pemandu wisata memiliki dua buah itinerary. Pertama, untuk diberikan kepada klien. Kedua, untuk diri sendiri sehingga setiap kesempatan menjadi pengalaman berharga baginya.
BACA JUGA: Begal Payudara Mahasiswi, Pria Asal Grobokan Ditahan di Mapolresta Sleman
“Kita juga harus memahami karakter pelancong, atau layar belakangnya sehingga apa yang kita sampaikan benar-benar tersampaikan dengan baik,” sebutnya.
Untuk memperluas dan menjalin silaturahmi antar pemandu wisata dia juga bergabung dalam satu wadah yang dinamai HPI atau Himpunan Pramuwisata Indonesia.
“Kami berharap keberadaan pemandu dapat mendukung perkembangan sektor pariwisata, khususnya di Banyuwangi dan di Indonesia pada umumnya,” harapnya.
Sejumlah tempat wisata yang menarik dikunjungi di Banyuwangi, antara lain Kunang-Kunang Tent Resort, Taman Gandrung Terakota, De Djawatan, Pinus Camp Songgon Banyuwangi, Taman Nasional Alas Purwo, Kawah Ijen, Pulau Tabuhan, Pantai Cacalan , Wisata Bangsring Banyuwangi berada di kawasan perairan selat Bali dan pantai-pantai indah lainnya. (Opo)
