SELAIN dikenal sebagai daerah yang mempunyai potensi wisata alam yang indah, NTT juga terkenal dengan hasil karya wastra yang sangat etnik dan menawan. Hal ini yang kemudian menginspirasi disainer Hendri Budiman dalam melahirkan karya terbarunya bertajuk ‘Dancing In The Exotic Nature’.
Melalui karya terbarunya ini Hendri menampilkan rancangan busana dengan gaya yang sangat ceria, dengan menonjolkan warna alam seperti warna pastel, kuning tanpa meninggalkan ciri khasnya berupa batik polkadot.
Menurut Hendri, rancangan busananya ini terinspirasi dari keanggunan para wanita NTT ketika mengenakan busana tradisional dengan tenun asli daerah setempat. Oleh karena itu, Hendri kemudian memadukannya dengan batik serta asesoris perak bakar Kotagede sehingga rancangan baju ini menjadi terlihat sangat mewah.

Rancangan Busana Dancing In The Exotic Nature karya Hendri Budiman || YP-Ist
“Dalam imajinasi saya, NTT merupakan tanah yang elok. Kain tenunnnya sangat indah. Kemudian saya padukan dengan batik, karena saya ada di Jogja. Apalagi pemerintah juga sedang gencar mengkampanyekan agar masyarakat kembali menggunakan wastra nusantara,” ujar Hendri kepada yogyapos.com via telepon selulernya, Selasa (6/9/2022).
Ditambahkan Hendri, saat merancang busana ini dirinya membayangkan kaum muda NTT dengan tipikalnya yang sangat khas sedang bermain di sabang savana dengan mengenakan busana wastra tenun yang cantik seraya berpesta. Untuk itu, dalam rancangan busana ini Hendri memilih warna pastel serta warna lain yang sangat kalem.
“Style itu sebenarnya simple, selain eksotis tapi ada chic-nya juga. Jadi sangat cocok dipakai untuk segala suasana,” ujar Hendri.
Meskipun rancangan busana ini terlihat sangat muda, namun klien Hendri ternyata tidak hanya berasal dari kaum muda, tetapi juga berasal dari wanita eksekutif dewasa usia 40-an. Bahkan, pada saat usai diperagakan pada event Jogja Fashion Week 2022 di JEC pekan lalu, beberapa rancangan busana ini begitu turun panggung langsung dikoleksi oleh sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan yang hadir pada kesempatan tersebut.
“Perpaduan rumbai-rumbai dan polkadot ini banyak digemari kaum wanita eksekutif, karena kesannya sangat luwes untuk dipakai dalam segala suasana,” ujar Hendri.
Hendri menegaskan, dalam Dancing In The Exotic Nature ini ada beberapa kain wastra yang sengaja tidak dipotong. Oleh karena itu, busana ini menjadi sangat manis jika dipadukan dengan busana lain. Misalnya, bagi kaum muslimah yang menginginkan baju yang tertutup, maka rancangan busana in i dapat dipadukannya dengan kerudung dan baju lengan panjang. Paduan warna alam yang terdapat dalam busana ini akan menjadi perpaduan warna yang harmonis sehingga busana ini menjadi sangat cocok untuk dipakai dalam segala suasana, baik formal maupun non formal.

Bagi Hendri, Dancing In The Exotic Nature bukan sekadar rancangan busana biasa. Tetapi busana ini sekaligus sebagai bentuk kepeduliannya dalam ‘menghidupi’ para perajin wastra nusantara khususnya perajin tenun serta perajin asesoris tradisional. Untuk itu, hampir semua materialnya diperolehnya langsung dari para perajin.
“Tenun NTT itu tidak dibuat dengan mesin, tetapi dikerjakan secara tradisional, oleh karena itu satu kain bisa dikerjakan selama berbulan-bulan. Ini salah satu cara saya agar wastra tradisional ini dapat terus bertahan,”tandas Hendri. (*/Sulistyawan Ds)
