Cemilan Sehat Pisang Hijau Daun Kelor Kreasi Mahasiswa

share on:
Boby Kurniawan dengan kreasinya || YP-Dedy Herdito

Yogyapos.com (SLEMAN) - Mahasiswa UNY mengolah pisang kapok dengan cara yang berbeda. Pisang tersebut dibalut tepung terigu hijau yang merupakan campuran ekstrak daun kelor. Mereka adalah Boby Kurniawan prodi Ilmu Sejarah, Defry Ashar Abdulloh F prodi PJKR dan Zulfarida Choirunnisa prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran.

Boby Kurniawan mengatakan bisnisnya ini tidak lepas dari kegemaran masyarakat Indonesia mengkonsumsi cemilan, salah salah satunya pisang goreng.

BACA JUGA: Lagu 'Darah Juang' Menggema di UC UGM, Aktivis 80-90 Jumpa Muhaimin Iskandar untuk Perubahan

“Selama ini variasi pisang goreng hadir seperti itu-itu saja, maka untuk menarik Generasi Z kami buat beda dengan balutan tepung kelor,” ungkap Boby, Kamis (12/10/2023).

Usaha yang dinamai ‘Pisang KUU’ ini menggunakan ekstrak daun kelor pada tepungnya. Selain menambah estetika warna pada pisang, daun kelor juga mengandung antioksidan dan nutrisi seperti protein, karbohidrat, serat, magnesium, vitamin, zat besi, dan juga magnesium. Banyaknya kandungan nutrisi disini dapat membantu dalam pencegahan penyakit kanker dan tekanan darah, sehingga Pisang KUU merupakan camilan yang lezat sekaligus sehat untuk dikonsumsi.

BACA JUGA: Anggota Fraksi PKB DPRD Bantul Mahmudin Dorong Warga Optimalkan Usulan Pembangunan

Menurut Zulfarida Choirunnisa tim Pisang KUU menggandeng mitra kerja local dalam pembuatan produknya. “Pisang kapok dipasok dari Cangkringan, daun kelor dari Kelompok Wanita Tani di Pakem, minyak goreng dan tepung terigu dari mitra di Pasar Demangan” katanya.

Sedangkan mitra kemasan dari Jogja Supply, mitra plastik dan perlengkapan lain dari Minimarket Kopma UNY. Hal ini karena memenuhi anjuran Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Sleman Suparmono yang mengungkap fakta bahwa produksi buah pisang di Sleman sebanyak 6.499,6 ton. Selain itu, konsumsi pisang per kapita di kabupaten Sleman juga tinggi yakni 0,164 kg melebihi konsumsi jeruk yang hanya sebesar 0,124 kg.

Cemilan pisang hijau daun kelor || YP-Dedy Herdito

Cara membuat pisang hijau daun kelor cukup sederhana. Daun kelor dicuci dan direndam air hangat, dikeringkan sebentar lalu diblender dengan air, kemudian disaring menggunakan air panas dan diambil sari-sarinya ke gelas ukur. Adonan tepung yang sudah disiapkan dicampur dengan sari daun kelor tersebut, kemudian diaduk menjadi adonan pisang goreng hijau. Pisang hijau dipenyet dalam adonan kemudian digoreng dan dihidangkan dengan topping.

BACA JUGA: Kustini Salurkan Beasiswa Rp 727.500.000 bagi 97 Mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Defry Ashar Abdulloh menjelaskan usaha ini mendapat pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendikbudristek tahun 2023.

“Berkat bantuan pendanaan dari program P2MW, kami berhasil melakukan sejumlah perubahan signifikan dalam pengembangan produk,” ungkapnya. Beberapa perubahan tersebut diantaranya rasa dimana Pisang KUU tersaji dalam varian rasa manis, pedas dan gurih, peningkatan nutrisi lewat daun kelor serta pemasaran yang lebih sigap lewat pemesanan online.

BACA JUGA: Persaingan Abad 21, Generasi Muda Harus Melek Teknologi dan Kuasai Kompetensi

Alumni MAN 1 Kebumen itu menegaskan berkat adanya pendanaan dari P2MW mereka mampu menambah dan mengembangkan sarana prasarana yang memadai, efektif, serta efisien. Beberapa sarana tersebut diantaranya deep fryer yaitu alat yang dijadikan sebagai pengganti panci.

“Alat ini sangat efisien dan praktis sebagai tempat untuk menggoreng produk Pisang KUU,” kata Defry. Selain itu juga ada peniris minyak yang efektif dalam konteks penyajian karena alat ini dapat menghilangkan kelebihan minyak sehabis pisang digoreng. Sedangkan hand mixer tepung digunakan untuk memudahkan dalam pencampuran adonan tepung pisang goreng. (Dedy Herdito)

 


share on: