Yogyapos.com (BANTUL) - Calon Bupati Bantul nomor urut 3, Joko Purnomo menyatakan akan merealisasi program satu bidan di setiap kalurahan dan pendidikan tatakrama bagi anak-anak.
Tekad tersebut disampaikannya saat kampanye menyambangi warga di Bangkel Srimulyo Piyungan Bantul, Rabu (23/10/2024).
“ProDua program tersebut untuk mengatasi masalah kesehatan. Selain itu juga untuk mewujudkan generasi pintar, cerdas dan taqwa, bertata krama Jawa Yogyakarta dan berkeprinadian Indonesia,” ungkap Joko Purnomo.
Ia menjelaskan, Paslon Joko Purnomo-Rony Wijaya Indra Gunawan, di Bantul terdapat 933 padukuhan, 75 kalurahan dan 17 Kapanewon harus merasakan laju pembangunan.
Menurutnya, bupati harus dapat merealisasikan pembangunan berbasis masyarakat memberdayakan masyarakat melalui koordinasi di tingkat kalurahanan.
Usulan dari masyarakat akan ditampung, dikoordinasikan dengan RT dan dusun. Nantinya setiap Februari, semua RT mengadakan pertemuan untuk mengusulkan pembangunan. Diantaranya meliputi jalan lingkungan, drainase dan talud. Selain itu warga diberikan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Berapa warga yang sudah punya dan yang belum punya BPJS agar diupayakan. Sehingga yang belum punya BPJS diupayakan akan segera memilikinya.
“Selain itu data penerima bantuan PKH dan beras atau yang lainnya agar divalidkan. Bantuan harus tepat sasaran karena kini masih terjadi yang tak tepat sasaran dalam pembagian bantuan,” tambahnya.
Demikian pila anak usia sekolah yang tak sekolah segera didata secara valid agar terfasilitasi pendidikanya.
Pemkab Bantul prinsipnya akan mencari dan memberikan solusi melalui program kerja. Diantaranya setiap pedukuhan diberikan bantuan Rp 50 hingga Rp 100 juta. Pemanfaatannya disesuaikan dengan keinginan warga untuk pembanguan bagunan fisik, PAUD, Posyandu bahkan kegiatan pemuda.
Para Rois, Ketua Rt, pengelola Posyandu, dan linmas direncanakan akan diberikan intensif untuk menghargai pengabdiannya.
Usai orasi ini, forum ini dilanjutkan berdialog trntang pembagunan antara warga dan Anggota DPRD Bantul Fraksi PDI Perjuangan, Nur Yuni Astuti.
Usulan warga yang muncul diantaranya agar ada anggaran tersendiri dari Pemkab Bantul.untuk Posyandu dan Lansia. (Spd)
