Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Panen Padi Sehat dan Gerakan Pemassalan Biosoka, di Dusun Prumpung, Sardonoharjo, Ngaglik, Rabu (8/3/2023).
Acara panen yang dipimpin Bupati Kustini Sri Purnomo ini diawali dengan pelaksanaan tradisi wiwitan dan prosesi potong tumpeng sebagai wujud rasa syukur petani.
Kustini menyatakan dukungan terhadap pelaksanaam panen Padi Sehat di Bulak Kelompok Tani 'Ngudi Makmur' Prumpung. Pihaknya berupaya melakukan pengembangan padi sehat atau padi organik yang mempunyai nilai tambah bagi petani.
Menurutnya, pertanian organik diupayakan dengan cara meminimalkan penggunaan pupuk kimia secara bertahap. Nantinya 100 % hanya menggunakan pupuk organik. Sehingga dampak yang dirasakan tak hanya dari sisi ekonomi, namun juga dari segi kesehatan masyarakat.
“Kami mendukung dan mendorong pemanfaatan bahan alami biosoka dalam pelaksanaan teknis budidaya tanaman pangan, terutama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penggunaan biosoka juga merupakan upaya perlindungan tanaman untuk menjaga kelestarian lingkungan, dalam rangka penerapan pertanian sehat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono melaporkan, panen padi sehat juga menjadi tanda masuknya musim panen raya di Kabupaten Sleman, Februari hingga April mendatang.
Pramono menjelaskan Sleman akan melakukan panen seluas 15 hektar dengan produksi 56.000 ton. “Menurut perhitungan kami, hasil panen akan mencukupi kebutuhan beras dikabupaten Sleman untuk 8-9 bulan kedepan,” tuturnya.
Agenda panen padi sehat merupakan hasil kerjasama dengan tim Riset Inovatif Produktif (Rispro) UGM yang sudah berjalan sejak 2017. Kolaborasi baik tersebut diharapkan dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya. Disamping panen padi sehat, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi Gerakan Permasalahan Biosaka.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Sugeng Purwanto yang juga hadir dalam kegiatan panen dalam kesempatan tersebut menyampaikan, apresiasi terhadap Kabupaten Sleman,Pelaksanaan Panen Padi Sehat dan Gerakan Permasalaan Biosoka dinilai sebagai wujud nyata komitmen Sleman dalam rangka panen nusantara.
“Sosialisasi pembuatan biosoka ini penting untuk dilakukan. Biosoka bukan pestisida, yang secara fakta bisa mengembalikan metabolisme pupuk tanaman,” katanya, memastikan.
Sugeng menjelaskan, budidaya tanaman sehat sudah saatnya untuk dilakukan. Salah satunya hal yang melatarbelakangi hal ini yakni terkait degradasi lahan di DIY yang kian parah. Sehingga pihaknya menyampaikan akan pelaksanaan panen padi dengan konsep budidaya sehat pada bulan Juni mendatang dan akan dilaksanakan di Kapanewon Moyudan.
“Saya dan tim sangat berbahagia karena beberapa tahun ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pembagunan pertanian di Sleman. Semoga dari kerjasama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertanian di Sleman khususnya dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya,” kata Profesor Irham perwakilan dari Fakultas Pertanian UGM yang juga merupakan tim Riset Program LPDP. (Agn)
