Bupati Kustini Mengapresiasi Perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata

share on:
Bupati Sleman membuka Festival Gelar Produk KWT dan Lomba Olahan Pangan Lokal di Wanarahayu || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mengapresiasi dan mendukung keterlibatan kaum perempuan dalam pengembangan desa wisata. Mereka tak hanya sibuk dengan urusan rumah tangga tetapi bisa berada di garda depan. Para ibu yang aktif dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) bisa diperbesar perannya dengan memberi ruang dan kepercayaan kepada mereka agar kiprahnya lebih dirasakan manfaatnya.

Demikian intisari sambutan Bupati Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo saat membuka Festival Gelar Produk KWT dan Lomba Olahan Pangan Lokal yang diikuti anggota KWT dari Kapanewon Moyudan dan Minggir di destinasi Wanarahayu, Kalurahan Sumberahayu, Kapanewon Moyudan Sleman, Minggu (5/6/2022).

Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ir Suparmono MM yang juga Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Panewu Moyudan Harsowasono SIP MA, Kapolsek Moyudan AKP Estikomah SH MPsi, Forkompimda Kapanewon Moyudan dan Minggir, para lurah di kedua kapanewon serta Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS). 

“Kami sangat mengapresiasi keberadaan KWT karena potensinya bagus sekali sehingga bisa berkolaborasi dengan desa wisata. Seperti disampaikan Penewu Moyudan, potensi perempuan bisa diberdayakan untuk mengambil peran penting. KWT dulu hanya perempuan yang peduli di bidang pertanian seperti menanam, memelihara, menjual produk, tetapi yang disini bisa berkolaborasi dengan wisata,” ujar Kustini.

Keberadaan Bandara YIA, sambungnya, harus dimanfaatkan dan perempuan harus tampil dengan kreatif tetapi tetap tidak keluar dari rel. “Saya baru saja dari Cirebon. Di sana sungai kecil diberdayakan untuk membuat sawah. Sedangkan Sleman potensinya lengkap seperti di Sleman barat dimana pertanian dikelola dengan baik sehingga menjadi icon wisata yang menarik. Saya mendukung destinasi yang melibatkan peran aktif perempuan apalagi dengan mengkolaborasikan tradisional dengan modern,” tandasnya. 

Pemkab Sleman berharap agar keberadaan YIA bisa meniingkatkan perekonomian warga terutama di wilayah Sleman bagian barat. "Ini kesempatan kita. KWT Moyudan dan Minggir bisa ikut meramaikan jejaring UMKM Sleman. Saya berpesan jika ada market place minta izin beroperasi harus ada space untuk KWT dan UMKM,” pintanya.

Sementara itu Panewu Moyudan Harsowasono SIP MA menyampaikan festival dan pameran olahan ubi tersebut diiniasi KWT didukung Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian.

“Cukup inovatif. Wanarahayu pelan-pelan bisa menjadi icon baru pariwisata Sleman barat. Pengelolanya para perempuan, dan nanti akan dijadikan destinasi berbasis gender perempuan. Saya berharap para pengelola harus mengambil kesempatan ini. Semoga Wanarahayu bisa kita branding ulang pada  22 Desember 2022 bertepatan dengan momen Hari Ibu,”  pesannya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ir. Suparmono berjanji akan mencoba memfasilitasi upaya rebranding Wanarahayu sebagai destinasi berbasis gender. “Ini sangat menarik dan sebetulnya merupakan impian lama saya. Mengingat belum ada desa wisata atau destinasi berbasis gender, saya kira kita bisa mencobanya di Wanarahayu. Dilihat dari tingginya antusiasme KWT yang ikut festival ini, saya optimis upaya itu bisa kita wujudkan,” paparnya. Dalam waktu dekat, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Dinpar Sleman.

Menjawab pertanyaan yogyapos.com Ketua Paguyuban KWT Moyudan dan Minggir Sri Nurdiyati SPd menyampaikan upayanya menggerakkan kaum perempuan untuk mengelola pekarangan yang selama ini kosong. “Kami difasilitasi Dinas Pertanian melalui berbagai program dan pelatihan seperti beraneka olahan, sayur dan buah. Dengan kreatifitas kita buat olahan yang harganya jauh lebih tinggi. Dari situlah kami berharap bisa menaikkan taraf kehidupan keluarga,” jelasnya.

Dengan langkah itu, lanjutnya, KWT bisa menjadi pilar dari Ketahanan Pangan Kabupaten Sleman.  Terkait peserta festival, Nurdiyati menyebut ada 65 kelompok dari Kapanewon Moyudan dan Minggir. Acara dimeriahkan senam massal, pentas seni tradisi, petualangan jip, dan beragam perlombaan. (Iud/Agn)

 


share on: