Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Kustini Sri Purnomo membuka Bimbingan Teknis Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, di Prima Hotel Rabu (12/7/2023).
Kustini dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut sebagai momen tepat untuk mensinergikan langkah dalam percepatan penurunan stunting di Sleman. Selain itu juga mengingatkan bahwa upaya penurunan stunting perlu dimulai dari calon pengantin, kehamilan, menyusui hingga anak usuia 5 tahun. Sehingga dibutuhkan upaya komperhensif untuk peningkatan cakupan pelayanan kelompok sasaran.
“Maka dari itu dibutuhkan pendekatan intervensi yang kompenhensif bagi calon pengantin, pasangan usia subur, menyusui dan ibu hamil. Sehingga peran Tim Pendamping Keluarga dibutuhkan untuk memberikan edukasi yang tepat,” ujarnya.
Bupati mengapresiasi keberhasilan TPK yang terus berupaya memberikan edukasi bagi warga sasaran. Namun ia masih mendorong semangat unsur TPK agar terus ditingkatkan dalam melakukan pendampingan seluruh kelompok sasaran.
Kepala DP3AP2 KB Sleman Sri Budi Yantiningsih mengatakan, agenda ini merupakan tindak lanjut dari monev TPK semester 1 tahun 2023. Melalui bintek ini harapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman Tim Pendamping Keluarga agar lebih baik dan lancar dalam memberikan edukasi pada masyarakat.
Ia juga melaporkan bahwa penyelenggarahan Bimbingan Teknis Tim Pendamping Keluarga dimadsukan untuk meningkatkan kapasitas TPK dalam pencatatan dan pendampingan warga sasaran risiko. Sebanyak 391 peserta hadir mengikuti sesi diskusi tersebut.
Pada acara tersebut Kustini juga menyerahkan bantuan CSR atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Prenagen Group berupa susu kepada ibu hamil dan calon pengantin yang dilakukan secara simbolis kepada perwakikan 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman. (Agn)
