Bupati dan Puluhan Wartawan Kunjungi Tiga Desa Wisata di Sleman, Bersinergi Ikut Memajukannya

share on:
Bupati Kustini berdialog langsung dengan pedagang di desa wisata || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Mendukung potensi wisata yang ada wilayah Kalurahan Girikerto Kapanewon Turi, Pemerintah Kabupaten Sleman adakan press tour bersama puluhan awak media meninjau tiga lokasi potensi desa wisata yakni Sentral Susu Kambing Desa Wisata Nganggring, Desa Wisata Pancoh dan Pusat UMKM Tegal Loegood, Selasa (27/12/2022).

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-desa-wisata-karang-trimulyo-gencarkan-dolanan-anak-7477

Selain Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, turut dalam rombongan Asekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan HY Aji Wulantara, Kepada Dinas Koperasi Haris Martapa, Kepala Dinas Kebudayaan, Edy Winarya dan Kepala Dinas Pariwisata Ishadi Zayid. 

Ketua Desa Wisata Nganggring Dwi Aziz Saputra pada media mengatakan, desa wisata Nganggring sudah eksis sejak tahun 2016. Hingga kini ada sekitar 800 ekor Kambing Pranakan Etawa (PE) yang mampu menghasilkan susu 28.800 liter dalam waktu setahun. Selain susunya dijual, susu kambing etawa juga dapat diolah menjadi berbagai produk seperti sabun susu bisa mencapai 200 unit setiap bulan dengan omzetnya mencapai Rp 2,4 miliar pertahun. Sedangkan untuk  Omzet dari penjualan susu etawa mencapai Rp 489.600.000 per tahun.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-3600-desa-wisata-belum-masuk-aplikasi-desa-wisata-nasional-7571

“Terkait jumlah kunjungan wisata pertahun di Desa Wisata Nganggring mencapai 200 kunjungan yang didominasi dari sekolah sekolah, dan dari dinas instansi,” ujar Aziz  pada media.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pokja-dinpar-diy-uji-coba-draft-instrumen-akreditasi-di-desa-wisata-karang-sleman-7706

Aziz juga mengungkapkan, ada berbagai paket wisata yang ditawarkan. Seperti paket pengenalan kambing PE dengan tarif Rp 75 ribu/orang dengan fasilitas yang didapatkan berupa pemerahan susu kambing kemudian dilanjutkan tour kandang kambing PE sambil memberi makan. Sekain ada paket wisata yang ditawarkan dengan bandrol Rp 45 ribu/orang yakni paket tracking hutan rakyat berkeliling disertai mendapatkan edukasi dikenalkan berbagai jenis tanaman.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kadispar-sleman-arahkan-pengentasan-kemiskinan-melalui-desa-wisata-8680

“Selain paket wisata edukasi masyarakat juga bisa mendapatkan berbagai paket pelatihan dengan peserta minimal sebanyak 10 orang. Seperti pelatihan pengelolahan hutan rakyat dengan tarif Rp 150 ribu/orang,” ungkapnya.

Rombongan pejabat instansi terkait pengembangan desa wisata di Sleman || YP-Agung Dwi Purwanto

Selain itu ada juga paket petik salak Rp 45 ribu/orang, pelatihan pengolahan sabun susu dengan harga Rp 145ribu/orang dan paket lainnya pembuatan pupuk organik serta budidaya kambing PE dibandrol Rp 195 ribu per orang. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-stp-ampta--gelar-pelatihan-digital-marketing-dan-branding-di-desa-wisata-tepus-9192

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengungkapkana Girikerto adalah desa budaya mandiri dan di Girikerto adanya kolaborasi untuk desa desa wisata sekitarnya dan Girikerto juga ada wisata alam seperti susur sungai.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-desa-wisata-mlangi-kembali-berbenah-padukan-potensi-alam-dan-budaya-9052

“Saya mengharap pada warga masyarakat di pancok supaya meningkatkan UMKM supaya nanti bisa mengangkat Girikerto,” ujarnya pada wartawan di desa wisata Pancoh.

Kustin menandaskan, peningkatan UMKM Girikero naik kelas dan produknya sudah bagus semua dengan pemasaranya melalui online. (Agn)

 

 


share on: