Yogyapos.com (BANTUL) - Ribuan orang antusias menyaksikan kirab budaya memperingati hari jadi ke-74 Kalurahan Wukirsari Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul.
Kirab diikuti 19 bregodo dari masing-masing padukuhan dengan mengambil star di Lapangan Demi melintasi jalanan dusun berjarak 1.500 meter, dan finish di Halaman Kantor Kalurahan ini dengan jarak tempuh 1.500 meter, Mingggu (19/6/2022).
Masing-masing bregodo padukuhan juga mengkirabkan ikon dan potensi wilayahnya, misal batik dan kerajinann kulit serta kesenian. Diikuti Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih dan Ketua DPRD Hanung Raharjo ST beserta istrinya, Formopimcam yaitu Panewu, Kapolsek dan Danramil Imogiri dengan mempergunakan andong. Sedangkan Lurah Wukirsari Susilo Hapsoro dan istri kirab jalan kaki bersama bregodo.
Pasukan Bregodo di barisan pertama mengaktualisasi tari Edan-edanan yang berfungsi sebagai cucuk lampah. Kedua barisan Bregodo parjurit, ketiga barisan delman dan keempat Bregodo dari masing-masing padukuhan. Sedangkan kelima yakni Bregodo umum miliputi perguruan pencak silat, Banser dan lainnya.
Meskipun diguyur hujan, namun mereka tetap berkirab dengan baik. Bahkan para penonton yang jumlahnya tidak kurang dari 3.000 juga setia menyaksikanannya.
Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo saat menjadi Pangarso (Inspektur) upacara di Lapangan Demi, mengatakan pihaknya menyambut positif diadakannya kegiatan ini yang dikemas sesuai dengan tradisi jawa.

“Kegiatan ini positif, perlu dilestarikan untuk pelestarian seni dudaya adiluhung. Kami mendukung dan bangga,” kata Hanung.
Sementara itu, Abdul Halim Muslih dalam sambutannya mengatakan kegiatan adiluhung ini bisa berjalan baik berkat adannya kebersamaan warga. Wukirsari memiliki khasanah seni budaya dan UMKM .
“Maka kebersamaan warga diharapkan terus dipupuk untuk mengatasi berbagai persoalan yang meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial yang ada,” tandas Halim.
Menurut Susilo Hapsoro acara ini dikemas dan diadakan untuk mengangkat berbagai potensi yang ada. (Spd)
