Bupati Bantul Imbau Relawan Kebencanaan Hilangkan Rasa Takut

share on:
Bupati Abdul Halim Muslih (kiri) saat Pelatihan Penanggulangan Kebencanaan, di Pendapa Sanggar Seni Budaya Tamansari, Sompok, Sriharjo, Imogiri Bantul, Selasa (8/3) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Hanya orang-orang yang sanggup menghilangkan rasa takut pada dirinya yang dapat mengambil keputusan tepat, serta mengatasi masalah dengan baik. Hal itu pula yang dilakukan oleh banyak pahlawan kita di masa lalu.

Pernegasan tersebut disampaikan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat membuka acara Pelatihan Penanggulangan Kebencanaan, di Pendapa Sanggar Seni Budaya Tamansari, Sompok, Sriharjo, Imogiri Bantul, Selasa (8/3/2022).

Bupati menyatakan, rasa takut pada diri seseorang memang wajib dihilangkan ketika melakukan perjuangan. Menghilangkan rasa takut untuk tujuan mulia ini juga perlu dilakukan oleh para realawan kebencanaan.

"Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) semasa hidup pernah mengatakan, yang harus ditanggulangi pada satiap diri seseorang adalah rasa takut. Para pahlawan dan pendahalu kita juga tidak pernah ada rasa takut, maka berhasil mengusir penjajah,” kata Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih mengutip pendapat Gus Dur.

Pelatihan Kebencanaan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Bantul ini diikuti para relawan dari sejumlah elemen masyarakat. Sebagian besar peserta sudah teruji dan berpengalaman dalam menjalankan tugas sosialnya. 

“Salah satu bukti nyata kerja para relawan Bantul dan dikagumi oleh bangsa lain adalah keberhasilan dalam pemulihan akibat bencana alam gempa bumi 2006. Budaya gotong-royong merupakan kunci keberhasilan itu. Inilah yang dikagumi dan tidak dimiliki oleh bangsa lain. Maka ini harus lebih diperkuat kebersamaan,” ungkap Halim. 

Berdasarkan fakta geografis bahwa secara kebetulan Kabupaten Bantul merupakan wilayah rawan bencana alam. Namun itu diharapkan bukan menjadi kendala, melainkan justeru harus dihadapi dan ditanggulangi secara bersama oleh seluruh lapisan, termasuk atensi dari para relawan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Bantul yang juga selaku Ketua Panitiya Penyelenggara Kegiatan, Isdarmoko, menyatakan kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta kalangan pemuda selama dua hari.

“Bantul rawan bencana, maka memerlukan keterampilan untuk menanggulangi dan menghadaipinya. Tujuannya untuk meminimalisir korban jiwa dan kerugian material jika terjadi bencana alam,” kata Isdarmoko. 

Acara ini para anggarannya mempergunkan APBD Bantul, menghadirkan sejumlah narasumber antara lain dari BASARNAS dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul-DIY. (Spd)

 


share on: