Yogyapos.com (BANTUL) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) diharapkan mempelopori peningkatan literasi guna meningkatkan wawasan dan kompetensi di berbagai hal.
Harapan tersebut disampaikan Anggota Fraksi PKB DPRD DIY, Umarudin Masdar, saat menjadi nara sumber bedah buku berjudul ‘Asa Yang Takkan Padam’, di Kantor PC NU Kabupaten Bantul, Rabu (15/3/2023). Acara ini diikuti para Pengurus PC NU dan GP Ansor Bantul
“Saya juga ikut prihatin bahwa berdasarkan hasil penelitian yang valid disebutkan dari 70 negara yang menjadi sample, indeks literasinya Indonesia menempati urutan ke-62. Fakta ini merupakan tantangan untuk menaikan indeknya,” kata Umarudin.
Oleh karena itu pihaknya bekerjasama dengan Balai Perpustakaan DIY mengadakan bedah buku yang merupakan salah satu ujud aspirasi sebagai anggota DPRD DIY untuk upaya peningkatan indek literasi di masyarakat.
Tujuanya agar para PC NU dan GP Ansor Bantul minat bacanya meningkat dan sekaligus mampu mempelopori masyarakat untuk gemar membaca dan masyarakat tidak hanya asyik dengan ponselnya.
Kemungkinan kini tentang minat baca warga Bantul berada di kisaran dari 1.000 orang hanya seorang yang masuk ketegori orang yang gemar membaca sesuai standar literasi dunia.
“Buku Asa Yang Takkan Padam berisi refleksi dan langkah pemulihan anak muda korban dan penyintas tindak pelanggaran kebebasan dan berkepercayaan di Indonesis. Di dalamnya ada keluh kesah para pelaku korban kekerasan di kelompok minoritas,” ungkapnya.
Buku setebal 110 halaman tersebut dieditori Omen Bagaskata. Tim penulisnya Jihan Fauziah, Sinta Djuwita, Maria Stefani Pewali, Eldad Mesyakh Pramono, Pranyudi Berutu, Fia Maulidia, Muhammad Sidiq Pramono Muhammad Bahesti Alkaff, Ahmad Khasan Basri, M Musrofiqi M, Darma Trihadi Prayitno dan Kinanti Suarsih.
Sampul dan ilustrasi oleh Linggar Gitraja dan Omen Bagaskara. Penata isi Linggar Litraja, penerbitnya Cantrik Pustaka cq Kutilang 2 Ploso Kuning jalan Minokartani Ngaglik Sleman dan katalog dalam terbitan Yogyakarta Cantrik Pustaka 2021 Perpustakaan Nasional.
Sementara itu, Ketua MUI Bantul yang juga selaku Ketua Syuriah PC NU Bantul, KH Damanhuri, mengungkapkan buku ini berisikan keluh kesah korban kekerasan kepada kelompok minoritas.
“Maka toleransi kepada sesama atau tidak saling mengganggu antara satu dengan yang lainnya adalah hal yang harus ada. NU sendiri juga merupakan pelopor adanya toleransi,” ungkap Damanhuri.
Pada kesempatan sama, Ketua Tanfidziyah PC NU Bantul, Dr H Riyanto, menyambut positif acara bedah buku ini dan diharapkan banyak memberikan manfaat untuk peningkatan literasi masyarakat. (Spd)
