BMKG Buka 'Sekolah Lapangan' Gempa dan Tsunami, Diikuti 250 Peserta

share on:
Pembukaan 'Sekolah Lapangan' gempa dan tsunami ditandai dengan pemukulan kentongan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - BMKG melalui Stasiun Geofisika Kelas (SGK) 1 Sleman menggelar sekolah lapangan tentang gempa dan tsunami , pada Senin-Selasa (10-11/7/2023) di Aula Komplek Pemerintah Kabupaten Bantul II, Manding, Bantul.

Kegiatan ini diikuti 250 personel dari berbagai unsur yaitu TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Forum Peduli Resiko Bencana (FPRB), Tagana dan sebagian pamong desa.

“Kegiatan ini guna meningkatkan dan memperluas wawasan mitigasi bencana gempa bumi dan sunami bagi para peserta dan masyarakat luas,” kata Kepala BMKG Prof Dwi Korita Karnawati MSi PhD saat menjadi nara sumber pmembukaan sekolah lapangan ini, Senin (10/7/2023).

Ia menjelaskan, soal pengetahuan masyarakat DIY mengenai mitigasi gempa sudah cukup bagus. Karena mereka berpengalaman menghadapi gempa. Sedangkan mitigasi tsunami masih kurang sebab belum pernah dilanda tsunami.

“Oleh karena itu semua unsur masyarakat diharapkan mengalami peningkatan mitigasinya. Kesadaran menjaga peralatan sirine untuk dibunyikan sebagai pratanda adanya tsunami juga harus baik. Harus ikut handarbeni dan merawatnya. Selain itu janganlah dirusak peralatan tersebut,” sambungnya.

Peralat tersebut pengadaannya dilakukan oleh BMKG. Namun perawatannya oleh Pemerintah Kabupaten atau BPBD setempat. Masyarakat dan Pemperintah Kabupaten juga harapannya dapat aktif merawatnya.

Pembukaan acara ini ditandai dengan pemukulan kentongan secara bersama dipimpin oleh Prof  Dwi Korita. Pemukulan kentongan juga diharapkan sebagai pratanda dan ajakan agar masyarakat menjaga dan membunyikan sirine saat terjadi tsunami.  (Spd)

 

 


share on: