Yogyapos.com (BANTUL) - Setelah hampir sepekan diblokade oleh massa, akses jalan menuju Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Piyungan (TPST) sejak Kamis (12/5/2022) pagi telah dibuka dan difungsikan kembali. Namun pemfungsiannya bukan untuk pembuangan, melainkan penampungan pengolahan sampah.
Pembukaan akses jalan itu dilakukan oleh warn Kepala Bito Tata Pemerintahan DIY Yudonegoro dan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM), Anna Rina Herbranti.
“TPST ini telah kami buka kembali,” ungkap Yudonwgoro, singkat.
Sebelumnya selama hampir sepekan akses jalan ke TPST diblokade oleh massa akibat minimnya perhatian pemerintah terhadap warga terdampak keberadaan TPST tersebut. Blokade dilakukan dengan menggunakan satu truk batu putih dipintu masuk menuju TPST.
Hal itu sebagaimana yang diungkapkan Koordinator aksi 'Banyakan Menolak, Banyakan Melawan, Erfin, aksi ini dipicu karena pihak TPST tidak pernah memperhatikan dampak lingkungan. “Maka dari itu, masyarakat yang berdampak melakukan aksi agar Bapak Gubernur bisa mendengarkan aspirasi kita, kita ingin bertatap muka langsung dengan Pak Gubernur,” ujarnnya.
Sementara itu, masyarakat Banyakan (pelaku aksi) Rabu (11/5) telah melakukan pertemuan dan audensi dengan pihak Pemerintah DIY dan Kraton Yogyakarta. Dalam pertemuan ini telah menghasilkan kesepakatan bersama.
Menurut salah seorang penulis tesis S2 UNY tentang Sampah di TPST Piyungan yang juga anggota DPRD Bantul, Wildan Nafis, permasalahan sampah d TPST itu harus segera ada solusinya.
“Alternatif pertama agar TPST tidak penuh harus ada pengolahan sampah dengan baik (bukan hanya ditumpuk). Kedua Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman nantinya masing-masing harus memiliki TPST tersendiri sehingga tidak membuang di TPST Piyungan. Ketiga harus ada konpensasi kepada warga di sekitar TPST Piyungan,” kata Wildan.
Konpensasi itu meliputi perlindungan kesehatan, polusi udara dan lingkungan serta kontribusi lain yang dibutuhkan mendasar.
Pada kesempatan terpisah, Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, mengatakan Pemkab Bantul bertekad melakukan pengelolaan sampah di tingkat dusun untuk dijadikan barang jadi. Tujuannya mengurangi volume sampah.
“Ini sudah menjadi program pembangunan Kabulten Bantul yang Pemkab juga memberikan penganggaran,” kata Halim .
Pengamatan yogyapos.com, menunjukkan hingga siang Pukul 11.00 WIB sudah banyak truk yang membuang sampah ke TPST Piyungan. (Spd)
