Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul mengadakan sosialisasi ketransmigrasian, di Ros In Hotel, Selasa (12/7/2022).
Kegiatan sosialisasi mengusung tema ‘Menggapai Kehidupan yang Sejahtera di Tanah Harapan’ ini menghadirkan para narasumber antara lain Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo, Mantan Kepala Disnakertrans Didik Warsito, Kepala Disnakertrans Istirul Widhilastuti, pejabat dari Kementrian Nakertran Sigit Musthofa N dan dua transmigran teladan nasional Rukito (61) asal Sangkeh Kapanewon Sanden dan Suparjiman (51) asal Grogol Carikan Bambanglipuro.
“Saya menyambut positif acara ini yang juga menghadirkan transmigran. Program transmigrasi sangat diperlukan untuk upaya meningkatkan perekonomian warga transmigran. Semoga bisa dilaksanakan setiap tahunnya,” sambut Wabub Bantul, Joko Purnomo.
Sementara itu, Kepala Disnakertran Bantul Istirul Wisldhilastuti, mengatakan animo masyarakat Bantul untuk bertasmigrasi tinggi. Namun kuotanya terbatas. Trasmigrasi efektif untuk peningkatan perekonomian dan mengurangi pengangguran.
“Promosi transmigrasi pada 16 Juli 2022 akan dilaksanakan sosialisasi melalui pentas wayang kulit di Kantor Pemkab Bantul. Dalam kegiatan ini akan menampilkan pula transmigran teladan asal Bantul yaitu Sularjan dan Rukito,” kata Istirul.
Sigit Murthofa N mengungkapkan, pemerintah pusat terus berupaya agar program transmigrasi tetap ada dan lebih membuahkan hasil positif bagi transmigran, asal daerah asal transmigran dan daerah penempatan itu sendiri.
Pada kesempatan sama Transmigran asal Sangkeh Bantul, Rukito mengungkapkan dirinya bertansmigrasi dari Bantul ke Barito Timur Kalteng pada tahun 2023.
“Saya saat itu minta nasehat kepada Ketua DPRD Bantul, Tustiani SE dan akhirnya bisa berangkat ke daerah tujuan. Ahamdulillah saya mendapatkan keberhasilan dengan usaha pertanian dan memiliki lahan cukup luas di lokasi transmigrasi,” ungkapnya saat menyampaikan testimoni.
Menurutnya, seringkali dirinya pulang ke Bantul dengan menggunakan trasportasi udara. Ini berkat usaha keras di lokasi sebagai transmigran. Bisa berhasil rumusnya giat bekerja, tulus, dan tidak boleh sombong.
“Saya saat itu bawa bawang merah tiga unting dan saya tanam. Akhirnya berhasil bisa panen. Alhamdulillah pada tahun 2015 saya juga diundang presiden selaku transmigran teladan nasional,” katanya.
Sedangkan Suparjiman yang bertransmigrasi ke Pasir Kaltim, mengatakan dengan kerja keras sebagai petani, pedagang pisang dan TU di sekolahan taraf hidupnnya juga bisa cukup berhasil.
Bertransmigrasi bukanlah coba-coba, namun perlu tekad dan niat harus behasil,” kata Suparjiman.
Sosialisasi selama sehari kali ini juga dihadiri oleh sejumlah Panewu (Camat) dan sekitar 50 undangan. (Spd)
