Berkah Ramadan, 54 Anak Yatim Peroleh Santunan dari PRNU Srihardono Bantul

share on:
Acara santunan dan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Masjid Assyakirin, Santan Tulung, Srihardono, Pundong, Bantul, Ahad (31/3/2024) sore || YP-Markaban Anwar

Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 54 anak yatim mengikuti serangkaian acara santunan dan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Masjid Assyakirin, Santan Tulung, Srihardono, Pundong, Bantul, Ahad (31/3/2024) sore.

Acara yang digelar bakda Asyar hingga Maghrib itu merupakan kegiatan dihelat Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kalurahan Srihardono berkolaborasi dengan Pengurus Takmi Masjid Assyakirin Dusun Santan Tulung, Srihardono.

BACA JUGA: 12 Remaja Pelaku Ugal-ugalan di Ringroad Selatan Dikenai Wajib Lapor Dua Kali Seminggu

Dipandu Pengurus Fatayat NU Pundong dan IPPNU Pundong, acara penuh khidmat ini dikemas dengan membaca sholawat, dan doa-doa yang lazim dibaca selama bulan puasa. Juga diselingi permainan tanya-jawab dengan pemberian hadiah-hadiah yang menarik.

Ketua PRNU Srihardono Dwi Johan Wahyudi dalam pidato sambutan menyampaikan terimakasih pihak-pihak yang telah bersinergi dengan PRNU Srihadono dalam kegiatan pentasyarufan anak yatim piatu dan buka bersama.

BACA JUGA: Polisi Buru Kawanan Pencoleng Spesialis Bobol Toko yang Bawa Kabur 62 Laptop

“Kepada Takmir Masjid Asyyakirin, Pengurus RT Santan Tulung, dan jajaran jam’iyah NU Pundong, Muslimat, Fatayat, IPNU IPPNU, Suluh Srihardono, serta Lazisnu Kapanewon Pundong. Semoga semua kebaikan yang telah dilakukan dalam bulan Ramadhan ini mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah subhanahu wata’ala,” tutur Dwi Johan.

Lebih lanjut, Dwi Johan menyatakan bahwa dalam kegiatan itu sejumlah 54 anak yatim/piatu diberikan santunan sebesar Rp 200 ribu setiap anak. Total dana yang ditasyarufkan sejumlah Rp 10.800.000.

“Kegiatan berbuka puasa bersama anak yatim telah menjadi agenda rutin Pengurus Ranting NU Srihardono. Ini semua adalah wujud ungkapan jam’iyah nahdlatul ulama dalam menunjukkan kasih sayang kepada sesama, terutama kepada kelompok masyarakat yang rentan sosial ekonominya,” terang Dwi Johan. (Markaban Anwar)


share on: