Bengkel Rama Putra Mengadopsi Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara

share on:
Bengkel motor Rama Putra Motor milik Ujang yang terletak di Jl. Samas Km 22 Kabupaten Bantul || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Usaha bengkel motor Rama Putra Motor milik Ujang yang terletak di Jl. Samas Km 22 Kabupaten Bantul atau di selatan Pasar Celep kian berkembang.

Kesuksesan bisnis yang mulai dirintis sejak tahun 2000 lantaran sang pemilik menerapkan pola kepemimpinan manajemen yang baik diadopsi ajaran dari Ki Hadjar Dewantara yaitu Trilogi Kepemimpinan.

“Nama bengkel ini diambil dari nama anak pertama saya. Awalnya saya suka mengotak-atik atau modif motor sendiri, akhirnya pingin bangun bengkel sendiri,” ujar Ujang didampingi Tim Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta yang sedang melaksanakan pengabdian masyarakat, Rabu (7/6/2023).

Selain melayani jasa perbaikan kendaraan bermotor, dirinya juga menyediakan berbagai merek sparepart motor dan hasilnya  cukup menguntungkan. Bahkan dari usahanya dapat memperkerjakan sejumlah tenaga kerja.

“Pas awal bangun karyawannya satu terus nambah-nambah sampai total ada empat karyawan sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan ajaran Ki Hadjar Dewantara, melalui Trilogi Kepemimpinan. Makna dari Ing Madya Mangun Karsa adalah walaupun berada di tengah kesibukan harus mampu membangkitkan dan memberikan semangat bagi orang lain.

“Manfaat dari kepemimpinan ini berupa memotivasi agar mendukung tercapainya tujuan bengkel. Karyawan merasa mendapatkan penghargaan dari pemimpin karena telah berkontribusi bagi kemajuan bengkel. Penerapannya dalam bengkel melalui kesejahteraan karyawan seperti gaji dan lemburan, evaluasi yang diadakan setiap bulannya hingga sarana prasarana bengkel,” tuturnya.

Sementara itu, Tim Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta yang terdiri dari Rahmanda Angger Nugroho, Muhammad Iqbal Sarasi, Clarita Dwiyanti dan Fitri Amalia Rahma Insani mengatakan dengan pemberdayaan melalui penguatan kepemimpinan dari ajaran Ki Hadjar Dewantara yaitu Trilogi Kepemimpinan. Pertama, ‘Ing ngarso sung tuladha’ berarti di depan memberi teladan, ‘Ing madyo mangun karsa’ berarti di tengah membangun kehendak atau niat.

Tim Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta berfoto bersama di Bengkel motor Rama Putra Motor || YP-Ist

“Dan Tut wuri handayani berarti dari belakang memberikan dorongan. Lebih jelasnya, Ing madya mangun karsa memiliki arti berada di tengah membangun semangat,” jelas Rahmanda Angger Nugroho.

Maknanya, seseorang dengan kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggunggah semangat. Ing madya artinya di tengah-tengah. Mangun berarti membangkitkan, membangun atau menggugah. Karsa diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. 

“Jadi, makna dari ‘Ing madya mangun karsa’ adalah walaupun berada di tengah kesibukan harus mampu membangkitkan dan memberikan semangat bagi orang lain,” imbuhnya. (Opo)

 

 

 

 

 

 

 

 


share on: