Yogyapos.com (BANTUL) - Warga Dusun Manggung, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul bisa bernafas lega. Pasalnya, alat berat sudah di lokasi untuk melakukan normalisasi alur Sungai Bulus yang kerap banjir.
BACA JUGA: 76 Indonesian Downhill Yogyakarta: Andy Prayoga Juara 'Men Elite', Milatul Khaqimah 'Women Elite'
Perwakilan warga Manggung, Painen menyatakan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah yang telah merespon aspirasi masyarakat sehingga telah dilakukan pembersihan dan pengerukan sedimentasi. Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) mengerahkan alat berat excavator.
BACA JUGA: Jemaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Komisi C DPRD Yogyakarta, BBWSSO, Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemkal Sumberagung dan seluruh pihak sehingga aspirasi untuk normalisasi Sungai Bulus bisa terlaksana," ujar Painen didampingi Ketua Pokgiat LPMKal Sumberagung, Haryono kepada yogyapos.com, Senin (25/5/2026).
Satu unit excavator milik Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dikerahkan untuk normalisasi alur Sungai Bulus || YP-Eko Purwono
Dukuh Manggung, Danu Unggul Sutopo menambahkan, Sungai Bulus sering meluap karena kiriman air dari wilayah utara seperti, dari Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta, selain merendam permukiman warga, luapan air menyebabkan tanah sekitar tergerus aliran air. Luapan air dipicu sedimentasi pada alur sungai. Warga berharap perbaikan infrastruktur yang memadai.
BACa JUGA: Bermula Hubungan Asmara Kini Saling Berperkara, RJ Masih Wacana
"Setelah ada normalisasi, kami masih berharap ada kelanjutan dengan membangun talud dan akses jalan penghubung," sebut Haryono.
Lurah Sumberagung, Yudi Fahrudin menjelaskan, alur Sungai Bulus melintas di tiga wilayah Kalurahan, yaitu Sumberagung, Sabdodadi, dan Timbulharjo sehingga dibutuhkan koordinasi bersama untuk memfokuskan menyusun langkah taktis paskanormalisasi. Pekerjaan normalisasi sepanjang 198 meter.
BACa JUGA: LBHMU-MHH Muhammadiyah Yogya Gelar Sarasehan Hukum Waris dan Tata Kelola Wakaf
"Wilayah Sumberagung yang paling banyak terdampak banjir, jadi para dukuh di tiga wilayah ini kami minta untuk koordinasi untuk membuat program setelah dinormalisasi, kami berharap ada pengaman tebing sungai, dan akses jalan, tadi pak dukuh dari Sabdodadi juga akan membuat penghijauan di daerah aliran sungai," jelas Fahrudin.
BACA JUGA: Slemania, Karnaval dan Multitude
Carik Sabdodadi, Triyono berharap dengan adanya normalisasi dapat membuka akses jalan dan meningkatkan perekonomian warga. "Mudah-mudahan nanti dapat mendongkrak perekonomian warga," pesannya.
Kondisi sungai saat tidak hujan || YP-Eko Purwono
Sementara itu, Staf Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan (PPK OP) II BBWSSO, Bintoro menyampaikan penghargaan atas kepedulian warga dalam menjaga dan merawat area Sungai Bulus sehingga proses normalisasi berjalan lancar.
BACA JUGA: Meriah! Ratusan Orang Ikuti Senam Sehat Sambut Hari Jamu Nasional di Pakualaman
"Kami menyampaikan terimakasih atas kerjasama dari berbagai pihak terkait, khususnya warga Manggung RT 05, melalui gotong royong membersihkan di sekitar Sungai Bulus sangat membantu kelancaran proses normalisasi. Semoga dengan pelaksanaan normalisasi bisa meminimalisir dan menanggulangi dampak banjir yang sering terjadi setiap tahun di lokasi ini," tutur Bintoro. (Opo)
