Baznas Berobsesi Mengubah Mustahik Menjadi Muzakky

share on:
Para difabel didorong menjadi Muzakky || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)  berupaya ekstra keras untuk mengubah Mustahik (penerima zakat) menjadi Muzakky (pembayar zakat). Salah satunya dengan keberpihakan terhadap difabel melalui jaga usaha atau pun pengembangan usaha mereka. 

“Kami berharap agar para difabel khususnya dan mustahik umumnya bisa kuat usaha ataup pun ekonominya sehingga kelak justru menjadi mampu menjadi pezakat, ibadah haji/umroh dan membiayai pendidikan anaknya. Dengan demikian menjadi orang fiddunya khasanah untuk menuju akhirat khasanah,” kata salah seorang Ketua BAZNAS NASIONAL, Saidah Sekwan MA saat acara pembagian paket Ramadhan dari BAZNAS dan dialog interaktf dengan para difabel Bantul, di Pendapa Kalurahan Canden Jetis Bantul, Sabtu (23/4/2022).

Saidah menjelaskan, para difabel yang selama ini notabene masih sebagai penerima zakat, akan diberdayakan untuk mampu menjadi wajib zakat, berekonomi kuat dan relatif menjadi lebih baik.

Meskipun obsesi itu hingga kini masih menjadi PR bagi BAZNAS, namun akan dipupayakan dengan pemberdayaan melalui berbagai usaha yang bisa ditempuhnya. Misalnya usaha sablon, jualan angkringan dan pedagang kali lima lainnya. Program ini akan diplanning dan digodog secara matang agar tepat guna. 

“Panjenengan sedoyo adalah secara kebetulan menjadi difabel akibat korban gempa tahun 2016. Maka sebagai kepedulian BAZNAS, anda semua juga bisa berobat secara gratis di Rumah Sakit BAZNAS yang berada di Jalan Imogiri Barat Sewon Bantul,” tambah Saidah yang juga mantan Anggota DPR RI. 

Usai dialog, Saidah mengatakan target perolehan dana oleh BAZNAS secara nasional seluruhnya sekitar Rp 22 triliun. Rencana akan ditasyarufkan (dibagikan) kepada sekitar 400.000 mustahik. 

Ketua BAZNAS DIY, H Drs Ahmad Luthfie MM dan Ketua BAZNAS kabupaten Bantul KH Damanhuri, juga mendukung dan bertekad akan merealisasikan program pemberdayaan mustahik. “Ini semua merupakan langkah positif untuk amal sholeh dalam upaya untuk kemaslahatan umat,” ungkap Ahmad Luthfie. 

Sementara itu, program ini juga memperoleh pendampingan dari Pusat Layanan Difabel (LPD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sedanngkan santunan yang dibagikan kepada para difabel kali ini sekitar 70 paket.

Ketua Paguyuban Penyandang difabel Bantul, Sungkono, menyatakan pihaknya menyambut positif adanya pembagian paket ini dan akan adanya program pemberdayaan mustahik. (Spd)

      

 


share on: