Yogyapos.com (SLEMAN) -Keberadaan Paguyuban Pametri Kali Bedog (PPKB) yang berdiri tahun lalu diharapkan mampu menempatkan kali bersejarah di Yogyakarta ini tetap dalam kondisi terjaga dan lestari. PPKB tentun tak bisa berdiri sendiri, oleh karena itu perlu membangun jejaring agar bisa berkolaborasi.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Sosial, Budaya dan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Drs M Sukarno Tri Pandan Raharjo MPA saat membuka Rakor Tata Kelola Kolaborasi Ketahanan Ekonomi di Kampung Wisata Nglarang Sidoarum Godean Sleman, Selasa (14/3/2023) siang.
Rakor yang bertema Sinergi Karya Membangun DIY yang Berdaya Sebagai Langkah Antisipasi Potensi Konflik Berbasis Ekonomi dan Lingkungan itu diikuti oleh para pegiat dan pemerhati sungai serta pengelola desa wisata dari Kampung Flory (Tlogoadi), Dewi Rawe dan Embung Senja (Tirtoadi), Mlangi (Nogotirto), Kampung Nglarang (Sidoarum), Puri Mataram (Tridadi), Patuk Bedog dan Ecoregion.
Lebih jauh diharapkan, PKKB segera teregistrasi di Badan Kesbangpol sebagai salah satu ormas di DIY. Untuk menjaga kelangsungan Kali Bedog, perlu mewujudkan ekosistem ekonomi dan wisata di sekitarnya.
“Apalagi sesuai arahan Gubernur DIY bahwa semua kalurahan diharapkan menjadi Desa Mandiri Budaya. Untuk itu PPKB harus berperan sebagai motor penggerak yang mampu meminimalisir konflik internal,” pesannya.
Sementara itu Ketua PPKB Ahmad Yani, menguraikan Paguyuban Pametri Kali Bedog (PPKB) yang berdiri pada 22 Agustus 2022 atas fasilitasi Badan Kesbangpol DIY. Sebagai sebuah paguyuban, PPKB beranggotakan para pegiat dan pemerhati sungai.
“Orientasi programnya adalah melakukan konservasi menuju ekowisata Kali Bedog. Bidang yang menjadi lahan garapan dan program dibagi berdasarkan zonasi sesuai dengan karakter masing-masing destinasi yang ada di sepanjang Kali Bedog. Destinasi itu adalah Kampung Flory (konsevasi vegetasi), Dewi Rawe (konservasi budaya), Mlangi (religi) dan Kampung Nglarang (konservasi lingkungan),” tandas tokoh wisata Mlangi tersebut.
Hadir dan memberi sambutan selamat datang Lurah Sidoarum Hetty Pujiasutik SH. Bertindak sebagai narasumber Wahjudi Djaja SS MPd (Badan Promosi Pariwisata Sleman) menyampaikan materi tentang posisi Kali Bedog dalam kosmologi masyarakat Yogyakarta dan peran PPKB di dalamnya. Wijaya SHut MSc (Puspar UGM) memaparkan materi tentang membangun pariwisata yang ramah lingkungan dan Alfatoni (Aktivis Lingkungan) menjelaskan strategi pengelolaan dan pemanfaatan Sungai Bedog yang Nirkonflik. (Iud)
