Yogyapos.com (BANTUL) – Merasa menjadi korban pelecehan, Bunga (bukan nama sebenarnya) atlet Yudo mengadu ke Polres Bantul, Kamis (27/10/2022).
Korban tiba di Mapolres Bantul didampingi oleh ayahnya, sejumlah teman sesama atlet dan pendamping dari Relawan Penjaga Demokrasi (REPDEM) Kabupaten Bantul, Yudha PW. Ia langsung menuju ke Sentra Pelayanan Kepolisian. Namun disarankan konsultasi terlebih dahulu ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bantul. Hingga sore pukul 14.30 WIB konsultasi masih berlangsung.
“Pihak korban kini datang ke Polres Bantul bermaksud melaporkan kejadian yang menimpa dirinya,” kata seorang pendamping dari REPDEM Bantul, Yudha PW.
Menurutnya, korban mengaku kejadian yang menimpa dirinya diduga dilakukan pelatihnya berinisial AS (28) yang juga beprofesi guru sekolah di Bantul. Peristiwanya terjadi sekitar awal September 2022 atau saat latihan menghadapi Porda 2022, di suatu tempat di Bantul.
Korban sempat mengadu atau melapor kejadian itu ke salah satu pengurus KONI Bantul, namun dijawab bahwa hal itu masalah pribadi dan tidak ada hubungannya dengan KONI Bantul. Ia juga pernah melaporkannya ke Pengcab PGSI Bantul, dan disarankan agar masalah itu diselesikan setelah Porda. Namun hingga kini juga tidak ada penyelesaiannya.
“Maka atlet yang pada Porda DIY 2022 berhasil memperoleh medali emas itu setelah Porda berganti pelatih bahkan sempat berlatih di luar Bantul karena trauma dan bingung,” terang Yudha.
Sementara itu beberapa atlet yang juga ikut medampingi korban ke Mapolres Bantul yang enggan disebutkan jati dirinya mengatakan, korban setelah kejadian tersebut sempat trauma. Ia kerapkali nampak murung, menangis dan menggaruk-garuk badannya dengan kuku tangannya sendiri.
“Setelah didekati sejumkah teman atlet wanita, mengutarakan kejadian yang menimpa dirinya. Akhirnya diberi semangat dan selanjutya kini bemamaksud akan melapor ke Polres Bantu,” ujarnya.
Kanit KPPA Ipda Kamal membenarkan adanya laporan tersebut, kasusnya sedang dilakukan konseling dengan UPTD PPA. (Spd)
