Yogyapos.com (SLEMAN) - Shelter terpadu Asrama Haji Yogyakarta diserahkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Sleman kepada Kanwil Kemenetrian Agama (Kemenag) DIY setelah selama 2 tahun digunakan sebagai isolasi warga terpapar Covid-19.
Penyerahan dilakukan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Kemenag Sleman, Forkopimda Sleman dan Petugas Relawan Covid-19, di Asrsma Haji Jl Ring Road Utara Pogung Sinduadi Mlati, Rabu (29/7/2022).
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sleman Makwan melaporkan, pada hari ini tepat hari yang ke 798 atau selama dua tahun dan perlu disyukuri dalam menjalankan tugas pencegahan Covid-19. Dasar menggunakan shelter sebagai tempat isolasi terpadu pertama SK Bupati No.37.2/KDH/A/ Tahun 2020 tentang Asrama Haji tempat kebencanaan dan MoU antara Pemkab Sleman dengan Kemenag DIY.
Makwan lebih lanjut mengatakan, proses isolasi dan karantina menjadi tugas bersama Pemerintahan Kabupaten Sleman dan Pemerintah Yogyakarta dalam hal ini aset Asrama Haji Kemenag DIY telah bersama melakukan pencegahan Covid-19 mengingat Sleman penduduknya banyak sehingga potensi penularan Covid sangat besar dan salah satunya menyediakan tempat isolasi di Asrama Haji. Selama 800 hari pasien yang datang di isolasi 3.565 orang, 50 persen adalah perempuan.
Terkait hal ini, BPBD Sleman patut berbangga serta memberikan apresiasi bagi tim penanganan Covid-19 yang berada di Asrama Haji dengan sigap bermental berani menjalankan tugas mulia membantu masyarakat di tengah tengah pandemi Covid-19.
“Dalam kesempatan ini mohon kepada Bupati Sleman memberikan penghargaan penugasan kepada mereka dan kedepan kebih semangat kembali pengabdi di masyrakat Kabupaten Sleman,” ujar Makwan.
Bupati Kustini juga mengucapkan terima kasih pada Kanwil Kemenag DIY yang telah mengizinkan Asrama Haji sebagai tempat ini solasi terpadu Covid-19. Asrama Haji Kemenag Kabupaten Sleman telah menjadi shelter tampat karantina dan tempat isolasi bagi berbagai lapisan nasyarakat baik yang ber KTP Sleman maupun bet KTP diluar Sleman. Semua yang dirawat di shelter Asrama Haji ini tidak dipungut biaya.
“Keberadaan Asrama Haji sangat membantu masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk bisa mendapatkan fasilitas yang memadai dan sebagai langkah strategs untuk percepatan penanganan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sleman.
Diketahui, Asarama Haji Yogyakarta memiliki 196 tempat tidur dan terhitung sejak Januari sampai Desember 2021 telah menampung 1.311 orang. Dari jumlah penghuni tersebut yang ber KTP Sleman 921 orang atau sebesar 70.25 % sedang yang bukan ber KTP Sleman namun berdomisili atau sedang bertugas atau berkunjung di Kabupaten Sleman sebanyak 390 orang atau 29,75 %.
Dalam kesempatan ini selain menyerahkan kembali Asrama Haji Bupati Sleman juga menyampaikan penghargaan piagam pada perwakilan relawan dan penghargaan kepada Kemenag. Dan untuk mengatisipasi lonjakan kasus Covid-19 Pemerintah KabupatennSleman masih mengoperasionalkan shelter Rusunawa Gewangan. (Agung DP)
