Ajarkan Kearifan Kehidupan, Puncak Kleco Jadi Jujukan Wisman

share on:
Wisman mengikuti paket wisata tracking jejak Pangeran Diponegoro || YP-Wahjudi Djaja

DESTINASI wisata Puncak Kleco yang berada di puncak perbukitan dusun Duwet, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo tak hanya menawarkan keindahan alam pegunungan. Desa wisata yang berada di jajaran Perbukitan Menoreh ini juga mengajarkan kehidupan dalam pengertian sebenarnya. Kohesi masyarakatnya masih terjaga, dipadu sikap bersahaja penuh ramah, menjadikan destinasi ini tak pernah lekang oleh waktu.

BACA JUGA: Ir Harnedi Ketua IKM DIY, Fadli Zon: Perkuat Silaturahmi untuk Kebermanfaatan Masyarakat

Berkunjung ke dusun di tepi Selokan Kalibawang karya Bung Karno era 1950-an, seolah diajak kembali menyelami suasana padusunan yang tak berubah oleh hiruk pikuk modernisasi. Itulah kenapa Puncak Kleco diminati wisatawan mancanegara. 

Wisatawan belajar ternak || YP-Wahjudi Djaja

“Sejak bulan Januari  sampai Agustus 2023, tercatat sudah ada 88 orang wisatawan mancanegara yang datang dan live in di Puncak Kleco. Pada Juli ada 66 orang wisman dari Belgia, sedangkan Agustus ada 12 orang. Besok siang ada 5 wisman dari Prancis,” kata Pitoyo salah seorang pengelola destinasi Puncak Kleco.

BACA JUGA: Surya Paloh dan Anies Bukan Pengkhianat

Sedangkan Yusuf pemandu wisata Puncak Kleco menambahkan, banyaknya wisatawan mancanegara ini karena ada kerjasama dengan ViaVia Travel. "Dengan kerjasama ini kami bisa mendatangkan tamu yang kebanyakan dari Belgia, Prancis dan Eropa. Pernah juga dari Australia dan Selandia Baru. Dari situ kami bisa mendapat hasil baik untuk ojek, homestay maupun kas Puncak Kleco", tandasnya.

Paket wisata yang diminati wisman, sambungnya, antara lain tracking jejak Pangeran Diponegoro, belajar menanam padi, susur sawah, bermain di Kali Tinalah, mencari kayu bakar di alas, atau sekedar mengenakan baju adat Jawa. “Memakai baju Jawa Surjan akan membuat wisatawan asing terkesan dan merasa dihormati sebagai tamu,” jelas pemuda yang juga rois ini.

Warga dan pengelola kerja bakti Minggu Pahing || YP-Wahjudi Djaja

BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan : Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Perubahan dan Persatuan

Apa yang dilakukan warga dan pengelola Puncak Kleco menurut Wahjudi Djaja (dosen STIEPAR API Yogyakarta) yang mendampingi sejak 2016, bisa dijadikan teladan. “Mereka begitu ikhlas, sukareka dan menyatu dengan alam dan budaya. Ini menjadi keunggulan tersendiri karena senantiasa menjaga dan merawat potensi yang dimiliki, baik ada maupun tidak ada kunjungan. Apalagi di Puncak Kleco ada mata air Ngancar yang menjadi andalan warga dan tiap tahun digelar merti belik,” kata Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY ini.

Dalam pantauan yogyapos.com yang berkunjung pada Minggu (3/9/2023) pagi, warga dan pengelola destinasi Puncak Kleco menggelar kerja bakti membersihkan kawasan puncak. “Tiap Minggu Pahing kami memang kerja bakti membersihkan lingkungan puncak. Tujuannya agar tetap diminati dan membawa berkah bagi kami,” kata Supoyo salah satu pengurus destinasi Puncak Kleco. (Iud)

 

 

 

 

 

 


share on: