Yogyapos.com (SLEMAN) - Ahmad Husain Arridho adalah satu dari 10.501 siswa sekolah yang beruntung setelah bersaing dengan 173.965 orang yang ingin menempuh studi lanjut di UNY.
Pria yang akrab dipanggil Husain ini diterima pada program studi biologi Fakultas MIPA. Kelebihannya, dia adalah penghafal 30 juz Alquran.
Menurutnya, keinginan menghafalkan kitab suci Umat Islam itu bermula saat kakak kandungnya telah khatam Alquran dan mendorongnya ikut program tahfidz di MTs Al Imdad Bantul.
“Saya menghafal Alquran selama 4,5 tahun dan selesai pada awal kelas 12,” tutur alumni Madrasah Aliyah Unggulan Al Imdad itu di UNY, Sabtu (12/8/2023).
Kendala yang dihadapi dalam menghafal Alquran ini adalah konsistensinya dimana tantangan terberat adalah saat mencapai juz 10. “Saya tanyakan pada kakak tingkat yang juga penghafal bahwa biasanya setelah juz 10 banyak tantangannya seperti rasa malas, kesibukan berkegiatan dan sebagainya,” katanya.
Orang tuanya mendukung penuh keinginan Husain untuk menghafal Alquran dan mensupport apa yang menjadi pilihannya. “Misalnya ada semaan Alquran maka orang tua akan support dana iuran untuk kegiatan itu, baik semaan pondok 6 juz, 12 juz, atau lebih banyak,” papar Ahmad yang mengaku pernah mengikuti semaan Alquran terbanyak 12 juz.
Warga Sempol Hargobinangun Pakem Sleman tersebut mengatakan pondok pesantren Al Imdad tempatnya menuntut ilmu memberi fasilitas bagi para penghafal Alquran, dengan cara membedakan jadwal belajarnya. Contohnya saat belajar mengaji kitab maka santri penghafal jadwalnya diganti dengan tadarus untuk menghafal, agar fokus pada hafalannya dan tidak terbebani dengan membaca kitab.
“Santri biasa jadwal mengaji secara sorogan lebih padat, sedangkan santri penghafal punya waktu sendiri. Jadi jam sorogan diganti jam tadarus,” ungkap Husain.
Bahkan pondok pesantren akan membiayai apabila ada kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) atau Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) agar santri tahfidz juga bisa berprestasi.
Anak kedua pasangan Arosin Suryanto dan Ade Rokayah yang berprofesi sebagai pembuat roti itu terlahir dari pasangan yang kelima anaknya menjadi penghafal Alquran. Kakak sulung Husain, Ahmad Kian Santang yang kuliah di prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Hukum dan Ilmu Politik hafal 30 juz Alquran. Ahmad Husain Arridho adalah anak kedua yang juga hafal 30 juz. Sedangkan anak ketiga, keempat dan kelima keluarga Arosin Suryanto yaitu Ektada Benabi Muhammad El Amin kelas 2 SMA, Fatimah Lu'lu Unisa El Arifahkelas 3 SMP dan Muhammad Seta Hadiwijaya kelas 6 SD sedang berproses menjadi penghafal Alquran. Saat ini Ektada Benabi sudah hafal 2 juz, Fatimah hafal 10 juz dan Muhammad Seta baruhafaljuz 30 beserta beberapa surat saja.
Pria kelahiran Sleman 25 Mei 2005 itu mengungkapkan pada mulanya ingin kuliah di luar DIY.
“Namun orang tua saya melarang karena takut aqidahnya terganggu. Oleh karenanya disuruh kuliah di DIY saja,” katanya.
Dan beruntunglah, Husain diterima di UNY melalui jalur Seleksi Mandiri CBT Kampus. Harapannya setelah diterima menjadi mahasiswa UNY Husain dapat menjadi mahasiswa yang inovatif karena sebagai Generasi Z yang mendapat bonus demografi akan membawa perubahan bagi bangsa dan negara.
Sebagai pemegang kartu KIP Kuliah Husain juga berharap mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orangtuanya yang harus menghidupi kelima anaknya. (*)
